CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Menunggu Detik-Detik yang Mendebarkan (Trimester Ketiga)



Alhamdulillah, kehamilan pertama dan yang ditunggu-tunggu ini (menunggu selama enam tahun) berjalan dengan lancar. Bahkan, bisa dikatakan tidak ada masalah yang berarti. Sejak trimester pertama kehamilan, saya tidak mengalami mual-mual yang parah. Mual-mualnya masih dalam kategori standar alias biasa saja. Nafsu makan pun tidak bermasalah. Saya bisa makan apa pun yang saya suka. Saya bisa mencium bau-bauan apa pun kecuali bau sampah dan bau tidak sedap, ya. Hasilnya, nafsu makan saya tidak bisa direm. Tanpa saya sadari bobot badan saya terus bertambah, hingga akhirnya pas trimester terakhir, bobot badan naik sampai 73 kg. Wow… bikin merinding yaa… naik sekitar 20 kg.

 

Saat bobot badan terus naik sebenarnya bidan (ibu mertua) udah kasih warning, berat badan jangan naik terus kalau mau melahirkan secara normal. Saya pun diminta mengatur pola makan lagi. Tapi, tidak sukses. Berat badan terus naik. Hikss…mungkin karena usaha yang kurang keras. Selain kekhawatiran bayi yang besar di dalam perut (hasil usg terakhir menunjukkan berat badan bayi 3,7 kg), bobot badan yang berat membuat banyak masalah dengan tubuh, di antaranya kaki keram, pegal-pegal, napas yang tidak teratur. Hos-hos-an.  Selain itu posisi bayi belum masuk, jadi bikin khawatir banget.

 

Akhirnya, diet diperketat. Sehari saya hanya makan dua kali dengan porsi nasi hanya satu centong ditambah sayuran yang dikukus. Setiap hari saya makan beragam sayuran yang dikukus seperti labu siam, wortel, buncis, kacang panjang, kol, pekchay, dan lain-lain. Saya pun dilarang makan yang digoreng-goreng, jadi lauknya paling tahu kukus, pepes ikan. Hal itu untuk mencegah berat bayi bertambah terus dan menurunkan tekanan darah (tekanan darah cukup tinggi).

 

Selain itu, setiap hari saya melakukan senam hamil trimester ketiga. Alhamdulillah sejak rutin senam hamil, banyak keluhan yang berkurang. Saya sudah tidak mengalami keram kaki lagi. Napas pun bisa panjang dan teratutur. Pegal-pegal di punggung, pundak, tangan, dan kaki pun hilang. Selain itu, bercak-bercak merah di betis dan paha pun berkurang. Mungkin ini karena kombinasi senam hamil dan makan sayur-sayuran. Selain senam hamil, setiap hari pun saya dianjurkan untuk jalan bebek agar otot-otot di sekitar vagina terlatih dan bisa melahirkan secara normal.

 

Saat ini, saya masih ‘menunggu’ tanda-tanda akan melahirkan. Saya sangat berharap bisa melahirkan dengan normal. Walaupun dokter sudah memberikan saran kalau ingin tetap normal, harus siap-siap disediakan alat infus karena diperkirakan prosesnya akan berat. Selain itu, jika terjadi kesulitan harus langsung dibawa ke rumah sakit. Duuh, bikin deg-degan banget. Saya terus berusaha dan berdoa semoga bisa melahirkan dengan lancar.