CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Perjuangan Hari-Hari Terakhir

fathan-baru-lahir

Hari-hari terakhir masa kehamilan merupakan masa penantian panjang. Dari hasil USG terakhir dokter memperkirakan, saya akan melahirkan tanggal 6 Januari 2013. Setelah tanggal itu tiba, tanda-tanda akan melahirkan belum juga datang. Kemudian, hari Selasa malam, tgl 8 Januari 2013, tiba-tiba keluar flek. Langsung diperiksa ternyata sudah pembukaan 3. Waah, malam itu langsung heboh, dan diperkirakan saya akan melahirkan keesokan harinya. Tiba waktu subuh, mulas yang ditunggu-tunggu nggak juga datang. Saya pun diperiksa lagi (periksa dalam atau PD) ternyata masih pembukaan tiga. Heuuu…

Seharian tidak mules dan sore harinya kembali diperiksa. Tetap pembukaan tiga. Hiks..pembukaannya nggak maju-maju. Semalaman gelisah karena mulasnya hanya sedikit-sedikit. Keesokan harinya kembali diperiksa. Hasilnya… Cuma nambah satu pembukaan. Jadinya baru pembukaan empat. Akhirnya, hari Jumat dilakukan ‘tindakan’. Sore harinya, didatangkan satu bidan untuk merangsang pembukaan. Akhirnya, saya dikerosok dua orang bidang dan satu asisten bidan untuk diupayakan adanya pembukaan. Saya dirangsang dari pukul setengah empat. Para bidan terus bekerja keras agar saya mules. Hasilnya, kalau dirangsang mulas, kalau nggak dirangsan, mulesnya hilang. Para bidan udah kecapean banget. Saya dirangsang mulas sampai lewat tengah malam. (Dirangsang mulas secara manual, caranya ditekan-tekan titik-titik yang bisa merangsang mulas dan pembukaan). Saya pun udah kelelahan.

Keesokan harinya, hari Sabtu tanggal 12 Januari 2013, dari pagi saya merasa mulas dan tidak berhenti-henti mulasnya. Sore harinya diperiksa, dan Alhamdulillah sudah pembukaan delapan. Alangkah senangnya hati ini. Saya pun semangat, malam ini bisa melahirkan. Mama pun sudah ditelpon untuk segera datang ke Tasik (tempat mertua). Ibu mertua  (bidan) pun langsung  panggil asistennya untuk merangsang mulas sehingga pembukaan segerap penuh. Pukul 20.00 WIB pembukaan lengkap dan saya siap melahirkan. Sakit dan mulasnya luar biasa. Masya Allah…saya baru merasakan sakit yang luar biasa seperti itu. Saya pun diminta mengejan. Tapi setelah beberapa saat, tidak ada kemajuan. Kepala bayi masih di atas. Ternyata karena bayinya besar. Kondisi sudah sangat parah. Saya sudah tidak bisa menahan sakit lagi, sementara itu si bayi tidak juga mau keluar. Akhirnya pukul 21.30 WIB, saya dilarikan ke rumah sakit. Ibu mertua langsung ambil tindakan, saya harus operasi cesar. Tiba di rumah sakit, saya langsung masuk ruang UGD dan masuk ruang operasi. Saya tiba ke rumah sakit dalam kondisi yang sabgat kacau, sudah jerit-jerit menahan sakit. Tiba di ruang operasi, saya hanya melihat lampu-lampu di meja operasi. Tiba-tiba gelap.

Saya dibangunkan pukul 23.30 WIB dan diberi tahu bahwa bayinya sudah keluar. Saya dalam kondisi masih setengah sadar. Suami bilang sambil senyum-senyum kalau bayinya sudah keluar. Dalam kondisi lemas, saya memegang perut dan hanya merasakan sakit dan ngilu di perut bagian bawah. Saya pun dibawa ke ruang perawatan. Semalaman saya tidak bisa tidur, hanya bisa merasakan rasa sakit bekas jahitan operasi. Saya merasa sedih karena belum bisa bertemu dengan bayi yang saya kandung selama kurang lebih 40 minggu ini. Tapi, saya pun merasa bahagia saat diperlihatkan foto bayi yang saya lahirkan. Bayi itu dalam keadaan sehat, gemuk, dan besar. Berat badannya 3,9 kg dengan panjang 50 cm. Rambutnya begitu tebal. Subhanallah… semua rasa sakit (sakitnya dobel) terobati melihat wajahnya yang begitu menggemaskan.