CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

ASI untuk Bayiku

asi-fathan

Semenjak hamil, saya sudah bertekad untuk memberikan ASI saat dia lahir nanti. Bukan karena saya seorang ibu idealis yang ingin memberikan nutrisi terbaik bagi bayinya tapi berasa keren aja liat ibu-ibu menyusui nenteng-nenteng cooler bag berisi botol ASIP dan BP. Jelas saja niat yang tidak dibarengi dengan ilmu yang mumpuni membuat tidak adanya persiapan sehingga hasilnya pun berantakan. Deuuuh…tepok kening.

Saya tidak melakukan banyak persiapan untuk Stok ASI. Saat teman-teman lain menyiapkan botol ASIP sebanyak-banyaknya (sampai 50 botol) saya hanya mengandalkan botol ASIP pemberian seorang teman yang jumlahnya 11 botol serta bonus botol ASIP babypack yang jumlahnya 3 botol dan botol UC 1000 yang jumlahnya 3 botol. Total hanya punya 17 botol ASIP.

Setelah melahirkan, saya terlena dengan peran baru saya sebagai ibu baru. Hari-hari saya diisi dengan kegiatan menyusui Fathan secara langsung. Tidak ada kendala yang berarti. Fathan menyusu dengan lahap, saya pun tidak mengalami puting lecet dan kendala lainnya. Dua minggu menjelang masuk kantor,barulah saya ketar-ketir menyadari saya belum punya stok ASIP. Mulailah saya melakukan pumping. Ternyataaaa… pumping tidak semudah yang saya kira. Saya hanya bisa menghasilkan 20 ml setiap pumping. Hiikss…bikin stres, deh. Saya pun mulai SMS temen-temen yang udah pengalaman pumping untuk konsultasi. Hasilnya, mereka bilang untuk terus berusaha dan jangan patah semangat. Malah seorang teman yang punya anak kembar bercerita bahwa dia sekali pumping dia bisa menghasilkan 1,5 ltr. Waduuh, bikin ngiri, deh. Dia bilang, ibu yang tidak bisa menghasilkan ASIP tidak mau berusaha keras. Deuugggg…kayak dihantam ke ulu hati, deh. Saya pun mulai mengumpulkan ASI sedikit demi sedikit hasilnya semua botol itu terisi dan menghiasi freezer saya yang kecil. (Selalu pengen ketawa kalo inget, dulu pernah kepikiran buat beli freezer khusus ASIP, padahal kenyataannya freezer kecil aja cuma diisi kurang dari 20 botol).

Hari ‘H’ pun datang. Saya sudah mulai ngantor lagi. Setiap hari saya pumping 2-3 kali di kantor dan menghasilkan kurleb 3 botol. Sepulang kantor, pumping lagi, menghasilkan ½ - 1 botol. Tengah malam pumping menghasilkan 1 botol, dan sehabis subuh pumping menghasilkan ½ - 1 botol. Ternyata, kegiatan pumping saya tersebut tidak mengejar stok ASI. Bahkan, seringkali saya melewatkan pumping tengah malam karena  kelelahan. Saya tidak punya ART di rumah sehingga pekerjaan rumah masih dikerjakan sendiri sehingga seringkali kelabakan. Belum lagi waktu bermain bersama Fathan yang sudah mulai seneng main dan maunya ditemenin sehingga waktunya bentrok antara temenin Fathan dan pumping. (Salah satu yang membuat malas yaitu menyiapkan peralatan pumping seperti mencuci dan merebus terlebih dahulu setiap akan dipakai).

Pemberian ASIP pun sering mendapat cemoohan. Maklum lingkungan sekitar saya kebanyakan IRT yang tidak harus sibuk menyiapkan ASIP sehingga pemberian ASIP diragukan. Mereka bilang, “Kasian bayinya dikasih ASI beku, apa nantinya tidak sakit perut,”. Kalau Fathan rewel karena kolik atau gumoh, ada aja sindiran yang menyebutkan gara-gara pemberian ASI beku. Hikss…bikin sedih dan dropt. Hal yang nambah dropt adalah saat ASIP kebuang karena sudah terlanjur dicairkan sementara saya sudah datang. Bayangkan yang terbuang minimal 60 ml sampai 140 ml. Kejadian ini bikin saya dropt banget kehilangan semangat untuk pumping. Akibatnya, stok di kulkas menipis bahkan kejar-kejaran.

Saya bukan termasuk ibu menyusui yang produksi AS-Inya banyak, sampai ASI di PD-nya merembes. Produksi ASI saya biasa saja, tidak kurang tapi juga tidak banyak. Saya sudah minum banyak doping pembooster ASI. Mulai dari asifit, lancar asi, habbatusauda, madu HD, fenugreek, sampai-sampai saya minum jus pare yang dipercaya dapat meningkatkan volume ASI. Sempat tertarik untuk membeli teh pembooster ASI impor yang harganya selangit. Akan tetapi setelah membaca beberapa review, ada yang bilang tidak terlalu memberikan efek yang signifikan. Akhirnya ditahan dulu, karena sayang juga kalau udah beli teh yang harganya ratusan ribu tapi hasilnya tidak maksimal. Tapi, kalau terpaksa mungkin suatu saat nanti saya akan mencobanya.

Saya membaca beberapa artikel yang menyebutkan bahwa produksi ASI juga tergantung mood sang ibu. Jika ibu happy maka produksi ASI-nya banyak. Si ibu juga sebaiknya rileks dan punya waktu ‘me time’. Haaah…me time, mana mungkin. Setiap hari saya bekerja, jika ada waktu luang, saya akan memilih untuk menemani Fathan. Setiap Senin-Jumat, pkl. 7.00 -18.00 WIB, Fathan bersama pengasuh. Malamnya sampai pagi bersama saya. Hari Sabtu-Minggu, Fathan full bersama saya disela-sela kesibukan pekerjaan rumah karena saya tidak punya ART.

Sampai saat ini, saya masih berusaha keras untuk bisa memenuhi kebutuhan Fathan akan ASI disela-sela kegiatan bekerja di kantor, bekerja di rumah (maksudnya pekerjaan rumah kayak nyuci, bebersih, masak, dll.). Belum terpikir untuk memberikan sufor. Selagi PD saya masih mengeluarkan ASI, saya akan terus berusaha. Saat ini usia Fathan baru 3 bulan menjelang 4 bulan. Perjalanan masih sangat panjang untuk bisa memberikan ASIX terutama jika saya ingin memberikan ASIX sampai usia 2 tahun. Saya hanya bisa berusaha dan berdoa semoga produksi ASI saya meningkat karena walau bagaimana pun, Allah SWT. yang memberikan rezeki pada setiap umat-Nya. Saya berdoa semoga rezeki Fathan berlimpah, terutama ASI. Saya berikhtiar dan berusaha ikhlas dengan semua rintangan yang dialami. Smeoga Fathan selalu diberi kesehatan dan keselamatan. Amiin.