CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Tragedi Breastpump

breastpump

Saat situasi genting, sering terjadi hal-hal yang tidak terduga. Saat stok ASIP sangat menipis, saya berencana akan mengikuti jadwal pumping malam hari lagi. Oleh karena itu, saya pun menyiapkan alat pumping yang selama ini selalu setia menjadi alat pemerah ASI. Saya mencuci BP Avent setiap kali akan dipakai. Tidak lupa juga merebusnya untuk proses sterilisasi. Kemudian…bencana itu datang…. Saya lupa sedang merebus breastpump hingga airnya kering.  Hasilnya, BP Avent itu meleleh di dalam panci. Saya hanya bisa bengong melihat senjata andalan saya untuk memberikan ASI meleleh begitu saja. Sementara itu, saya tidak ahli memerah pakai tangan. Apa yang harus saya lakukan?

Malam itu, pukul 20.00 WIB, saya langsung melesat ke babyshop untuk mencari BP baru. Ternyata, tidak banyak BP tersedia. Saya tidak membeli BP Avent karena harganya yang lumayan mahal untuk BP manual. Saya bermaksud membeli BP Tomtip, tapi ternyata outofstock. Akhirnya, saya memutuskan membeli BP Mebby. Sedikit bernapas lega karena senjata sudah ditangan. Di rumah langsung dicoba, ternyata BP Mebby tidak senyaman BP Avent manual. Hiksss…. Tapi berhubung sudah kejar tayang, dipakai dulu. Mungkin, saya harus nabung dulu biar bisa kembali memakai BP Avent manual. Duuuh…jadi kangen sama BP Avent manual terutama kalau udah merasa pegel saat pake BP Mebby. Selamat tinggal BP Avent, semoga kita masih bisa bertemu lagi. (Maksudnya kebeli lagi yang baru…;op)