CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Pilih-Pilih High Chair

Salah satu item yang masuk daftar must item to buy untuk Fathan adalah high chair. Kenapa? Karena saya pengen Fathan bisa belajar makan sendiri. So, sejak jauh-jauh hari si Bunda mantengan thread High Chair di TUM. Saya pun browsing high chair. Ada high chair yang recommended  dan bikin mupeng yaitu stoke. Menurut review beberapa ibu katanya stoke ini nyaman banget dan bisa dipakai sampai anak dewasa. Tapi, harganya ituuuu…. Duuuh, nggak kuat, deh. Dua juataan lebih. Hmmm…ada yang tawarin Nuna Zaaz, desainnya bagus banget tapi harganya 1,5 juta. Sementara, budget saya untuk high chair 1 jt. So, cari-cari lagi. Kemudian, nemu high chair mama love. Wah, jatuh cinta, nih. Soalnya high chair ini bisa dijadikan meja belajar kalau Fathan udah mulai sekolah. Harganya di olshop sekitar 950.000. Worth it to buy. Soalnya bisa kepake lama dan harganya masih di bawah 1 juta. Kemudian, tertarik sama  Cocolatte High Chair CL580 karena kursinya bisa diadjust posisi berbaring dan harganya cukup murah, yaitu 500 rban. Hmm…pilih, mana, yaaa… masih bingung.

Sementara itu, pengasuh Fathan nagih minta dibeliin bouncer yang baru. Soalnya bouncer yang lama udah nggak bisa nahan bobot Fathan yang semakin berat. Pernah hunting di baby shop ada bouncer yang bisa sampai toddler harganya 800 rban. Sempet tertarik sama bouncer yang bisa diadjust jadi ayunan dan high chair. Tapi, harganya 2,5 juta. Hmm…tadinya sih enak satu item bisa beberapa fungsi tapi harganya itu, lho. Ya sudah, saya, si ayah, dan Fathan pergi ke baby shop buat liat-liat bouncer dan high chair. Sampai di sana, setelah dipikir-pikir lagi, rasanya sayang beli bouncer karena sebentar lagi Fathan pasti udah nggak betah disimpan di bouncer. Akhirnya, dicobain deh didudukin di high chair.

High chair yang pertama dicoba, merk baby does. Harganya seitar 800 rban. Bentuknya kokoh, kursinya besar dan nyaman, tray-nya besar dan ada lekukan-lekukan untuk tempat makanan. Kursi bisa disesuaikan ketinggiannya.  Kursinya bisa diadjust posisi tidur. Kalau Fathan capek duduk bisa tiduran deh di high chair-nya. Saat coba didudukin di High Chair itu, Fathan tampak tertarik, semua bagian dipegang dan mau digigit. Heuuu…

highchair-1

Kemudian, ada satu lagi high chair yang menarik perhatian, merknya lupa lagi. Tapi yang bikin menarik adalah warnanya yang merah. Keren deh warna merahnya. Bentuknya hampir mirip dengan yang baby does. Tray-nya juga lebar tapi lekukannya lebih sedikit sehingga tampak lebih luas. Kursi bisa diatur ketinggiannya. Harganya hampir sama, sekitar 800 rban. High chair ini kursinya tidak bisa diadjust posisi tidur.

highchair2

Lalu, manakah high chair yang dipilih? Tadaaaaa … yang dibeli adalah high chair mama love, tanpa dicoba terlebih dahulu, dan masih ada dalam kardus.

highchair3

 

Kok, bisaaaa? Setelah bolak-balik mikir, rasanya sayang beli high chair dengan harga mendekati 1 juta tapi kepakenya paling sampai 3 tahunan. Terus kepikiran belinya mamalove aja di olshop (kirain di babyshop itu nggak ada mamalove). Terus iseng nanyain high chair mamalove, tujuannya buat cari alasan nggak jadi. Eh, si pegawainya bilang ada di gudang. Yo wess, langsung bawa ke kasir tanpa dicoba dulu. Harganya 1 juta karena ini model terbaru dan ada mainannya. Hehehe …sesampainya di rumah, langsung dirakit. Alhamdulillah, Fathan suka duduk di high chair ini.  Bahkan, Fathan betah duduk lama sambil main mainan yang ada di tray. Bentuk high chair mamalove beda dengan 2 high chair yang dicoba Fathan. Kursinya tidak lebih besar dan tidak lebih empuk tapi mudah dibersihkan karena lekukannya sedikit. Tray-nya lebih kecil. Seatbeltnya cukup nyaman dan nggak bikin Fathan sesak duduk di kursi. Hmm…sejauh ini puas dengan mama love, walau belum dipakai untuk makan. Soalnya Fathan betah didudukin di sana. Semoga nanti pas waktunya MPASI, Fathan lancar ya mamamnya.