CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Fathan Ngantor, Horeeeyyy….

Fathan-ngantor

Seorang ibu bekerja memang selalu dihadapkan pada pilihan sulit jika sudah memiliki anak. Apakah akan lanjut bekerja atau menjadi full time mother. Saat ini pilihan menjadi FTM tidak saya ambil dengan berbagai pertimbangan. Akhirnya, sejak usia dua bulan, Fathan dititipkan kepada pengasuh. Lalu, saat pengasuh tidak ada, kembali saya dipertemukan dengan pilihan sulit tersebut. Semua jalan seakan buntu. Tapi, saya masih belum menyerah. Saya masih ingin bekerja dan juga mengasuh Fathan sendiri. Pilihan untuk menitipkan Fathan pada orang tua di Sukabumi pun menjadi pilihan yang terburuk karena saya tidak mau berpisah dengan Fathan.

Lalu bagaimana? Solusinya Fathan dititip di Daycare. Tapi saya masih bingung bagaimana cara membaca Fathan ke Daycare karena sehari-hari saya bepergian dengan mengendarai motor. Sungguh, saya tidak bisa membayangkan saya menggendong Fathan sambil mengendarai motor. Saya sangat bingung bin galau. Rasanya semua jalan keluar mentok. Selain itu, ternyata Daycare-nya masih penuh. Dengan terpaksa saya harus membawa Fathan ke kantor. Akhirnya, saya memutuskan untuk berangkat ke kantor sambil menggendong Fathan dengan menggunakan kendaraan umum. Bismillah…

Saat hari “H” Fathan akan dibawa ke kantor, saya sudah mempersiapkannya dari semalam. Laptop dan peralatan kerja yang biasanya saya bawa pakai tas laptop, sekarang saya pindahkan ke diaper bags. Untungnya dapat kado diaper bag yang ukurannya cukup besar. Diaper bags itu muat untuk laptop, tas kabel, tablet, bekal makan Fathan, minum Fathan, mainan, baju ganti, popok,slabber, dll. Fiuuuh…pas diangkat, olala berat banget. Sejak subuh, saya sudah siap-siap dengan semua perbekalan. Fathan pun dimandikan pagi-pagi. Setelah siap, saya berangkat pukul 06.30 wib. Saya mulai gendong Fathan yang sekarang beratnya 9 kg sambil menjinjing diaper bags yang berat itu. Hasilnya, baru aja jalan sekitar 2 m, pinggang dan pundak udah sakit banget. Wah, rasanya saya nggak sanggup kalau harus jalan lagi. Sementara itu dari depan rumah kalau mau naik angkot harus jalan dulu ke jalan raya. Begitu pun turun angkot dan ke kantor harus jalan juga karena tidak akses angkot. Duuh, akhirnya saya putar badan. Langsung balik lagi ke rumah, ambil kunci motor dan bismillah….

 Alhamdulillah… saya dengan Fathan berhasil sampai di kantor dengan mengendarai motor. Sepanjang jalan saya berdoa dan membaca istigfar agar diberi keselamatan saat  di perjalanan. Perjalanan pun lancar, tidak ada halangan. Fathan pun sukses tidur selama di perjalanan. Hari itu, Fathan pun resmi ikut ngantor dengan saya. Saya siapkan tikar di lantai agar dia bisa main. Selain itu, saya siapkan selimut untuk alas tidurnya. Sedih juga melihat Fathan yang harus tidur hanya beralaskan selimut. Saya hanya bisa berdoa agar Fathan diberi kesehatan dan tubuh yang kuat.

Hal yang paling saya takutkan adalah turun hujan di sore hari. Dan hal itu pun terjadi. Sore kemarin hujan turun. Saya pun menunggu hujan reda.Saat hujan mulai reda, saya pulang membawa Fathan sambil mengendarai motor. Saat di tengah perjalanan, tiba-tiba hujan deras turun. Tidak ada tempat berteduh. Saya pun terus melajukan motor dan hasilnya saya dan Fathan kehujanan. Selama perjalanan saya menangis karena khawatir Fathan sakit. Tapi, Fathan tidur dengan nyenyak di gendongan. Tiba di rumah, saya terue mengecek kondisi tubuhnya. Alhamdulillah, Fathan tidak panas dan tidurnya pun nyenyak. Saya terus berdoa semoga Fathan sehat. Karena baru ini yang bisa saya lakukan sebagai seorang ibu. Maafin Bunda, ya, Nak. Mudah-mudahan, nanti ada jalan keluar sehingga Fathan bisa lebih nyaman lagi. Amin.