CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Refleksi Tahun 2013: Tahun Adaptasi

fathan-ayunan

Tanpa terasa sudah berada di penghujung tahun 2013. Pergantian tahun sebentar lagi akan datang dalam hari. Sudah tiba waktunya untuk refleksi diri terhadap apa yang telah dilalui selama tahun 2013.

Bagi saya, tahun 2013 merupakan tahun adaptasi. Tahun dengan jalan baru yang penuh tantangan yang berliku. Awal tahun 2013, saya resmi menjadi seorang ibu. Awal tahun 2013, Fathan lahir ke dunia ini dan menjadikan status baru untuk saya. Ibu. Itulah status baru yang saya sandang dengan segala hal baru yang menyertainya.

Menjadi seorang ibu bukanlah perkara yang mudah. Perubahan status menjadi seorang ibu membuat saya berjalan tertatih-tatih. Banyak hal baru yang harus saya hadapi. Awal-awal bulan menjadi seorang ibu diisi dengan euphoria dan kurangnya waktu tidur karena memiliki bayi membuat seorang ibu harus merelakan waktu tidurnya berkurang. Setelah masa cuti berakhir dan mulai masuk kantor, tantangan baru datang. Saya harus bisa mengatasi permasalahan menjadi seorang ibu dan perempuan bekerja sendirian. Saya harus kembali ke rutinitas menjadi seorang pegawai dan menjadi ibu. Bukan hal yang mudah karena saya harus bisa mengatasinya sendirian. Saya tidak dapat mengandalkan siapa-siapa untuk membantu karena orang tua berada di kota yang berbeda. Suami pun bekerja di kota yang berbeda. Saya benar-benar sendirian.

Menjadi seorang ibu benar-benar membutuhkan proses adaptasi yang lumayan berat. Saat Fathan berusia dua bulan, saya dibantu pengasuh untuk menjaga Fathan. Proses adaptasi yang sudah berjalan dan setidaknya saya sudah stabil tiba-tiba berubah menjadi tantangan baru saat Fathan berusia delapan bulan. Pengasuh Fathan berhenti dan saya harus mencari jalan keluar baru untuk permasalahan ini. Alhamdulillah, akhirnya Fathan diterima di daycare. Namun, permasalahan tidak selesai begitu saja. Permasalahan semakin berat dan sangat melelahkan. Hal itu dikarenakan cuaca yang tidak menentu dan Fathan yang belum bisa dititip setiap hari. Fathan hanya bisa dititip selama tiga hari selama seminggu sehingga dua hari sisanya,s aya terpaksa membawa Fathan ke kantor. Setiap hari, saya membawa Fathan ke kantor/daycare dengan mengendarai motor. Sementara itu, setiap sore turun hujan. Sungguh bikin galau dan stress karena setiap pulang kerja Fathan hujan turun sehingga terpaksa harus menunggu sampai malam hingga hujan reda. Sungguh tidak tega rasanya membawa Fathan ujan-ujanan. Saya coba tetap bertahan sambil mencoba mencari jalan keluar. Saya terus berdoa semoga mendapatkan jalan keluar yang terbaik. Semoga, pelan-pelan semua tantangan dan rintangan ini bisa kami lewati dengan baik. Saya dan Fathan pun bisa tetap bersama menjalani hari-hari kami bersama.

Terus terang, untuk tahun ini saya masih dalam proses adaptasi menjadi ibu. Proses adaptasi yang memengaruhi semua segi kehidupan, baik sebagai seorang ibu, istri, dan pekerja. Selain proses adaptasi menjadi ibu, tahun ini menjadi tahun adaptasi bagi saya yang melakukan pekerjaan baru sebagai periset. Ya... saya yang dulunya menggeluti dunia buku bacaan anak-anak, sekarang beralih menjadi periset yang tugasnya melakukan riset sekunder. Hmm ... sebuah jobdest baru yang memerlukan adaptasi bagi saya. Terutama latar belakang pendidikan saya yang memang bukan riset.  Sebuah proses adaptasi yang cukup berat. Saya mencoba yang terbaik untuk melaluinya. Semoga tahun 2014 menjadi tahun yang baik untuk bisa mulai memacu langkah baru dan mengejar semua ketertinggalan.