CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

LDR dengan Anak




Siapa sih yang ingin berjauhan dengan anak tersayang? Siapa pun pasti tidak mau berjauhan dengan anak, begitu pun dengan bunda. Tapi, karena keadaan…jiaaahhh…Bunda harus berjauhan dengan anak yang selama ini ditunggu 7 tahun kehadirannya. Berbagai perasaan berkecamuk, antara sedih dan marah dengan keadaan. Namun, akhirnya demi kesehatan si buah hati, Bunda pun mengalah. Tanpa terasa sudah setaun lebih Bunda pun menjalani Long Distance Relationship dengan si buah hati. Kalau sama suami sudah LDR duluan. 

Bunda harus berpisah dengan Fathan sejak usianya 14 bulan. Saat itu, Fathan terpaksa dititip di rumah orang tua di Sukabumi. Terpaksa dititip karena Bunda tidak tega Fathan harus sakit lagi dan terkena paru-paru akibat sering kehujanan dan keanginan di motor. Sedih sekali harus berpisah dengan Fathan. Padahal, selama ini, Bunda dan Fathan selalu berdua. Pergi pagi-pagi berdua naik motor, pulang berdua juga. Malam main bareng dengan cerita, bercanda, dan lain-lain. Walaupun capek karena harus bangun sebelum subuh dan tidur jam 12 malam, tapi Bunda merasa sangat bahagia. Saat Fathan pergi, Bunda merasa kebahagiaan itu harus hilang.

Jarak yang berjauhan membuat Bunda selalu kangen Fathan. Hanya foto-foto Fathan di HP dan Tablet yang bisa mengobati rasa rindu Bunda. Bunda hanya bisa tahu perkembangan Fathan selanjutnya dari cerita mama. Untuk memuaskan rasa rindu, setiap pekan Bunda ke rumah mama di Sukabumi untuk menengok  Fathan. Rasanya bahagia sekali bisa memeluk dan menggendongnya. Mendengar kata-katanya, mendengarnya memanggil Budaaa… Hehehe… saat itu Fathan belum bisa manggil Bunda.

Tanpa terasa, hari terus berganti, bulan terus berjalan, anak bayi Bunda kini sudah besar, sudah batita. Usia Fathan sekarang 28 bulan. Sudah cukup besar untuk mengerti keadaan, sudah cukup besar untuk bisa mengungkapkan perasaan. Ya, setiap Bunda datang, sekarang Fathan tidak lagi menyambut Bunda, malah sering bersikap malu-malu. Jika ditelepon, Fathan sering tidak mau bicara dengan Bunda, namun saat Bunda akan pulang ke Bandung, Fathan sering nangis ingin ikut. Hati siapa yang tidak teriris melihat anaknya ingin ikut tapi tidak bisa dibawa. Pernah beberapa kali Fathan dibawa ke Bandung dan tinggal bersama Bunda. Bahagia rasanya walaupun hanya beberapa hari. Namun, kembali Fathan terpaksa dikembalikan ke rumah orang tua karena tidak ada yang mengasuh. Tidak mungki khan Bunda lama-lama cuti meninggalkan pekerjaan.

Ya, bukannya Bunda tidak mau berhenti kerja dan tinggal bersama anak. Bunda sangat ingin berhenti bekerja dan kembali mendidik anak. Hanya saat ini, kondisi kami belum siap. Suami masih meminta Bunda untuk bekerja karena kondisi keuangan kami yang belum stabil. Bunda masih harus bersabar untuk bisa berkumpul kembali bersama buah hati Bunda. Bismillah, insya Allah, sebentar lagi Bunda akan berkumpul bersama buah hati Bunda, mendidiknya menjadi anak yang soleh. Aamiin.