CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Apa arti sebuah nama?



Apa arti sebuah nama. Hal tersebut masih perdebatan seru. Bahkan, kemarin sempat ramai diberitakan mengenai nama-nama unik di KTP. Ada yang namanya tuhan, selamet dunia akherat, satria baja hitam, dll.  Tentunya, nama tersebut merupakan pemberian orang tua. Bukan tidak mungkin nama-nama itu diberikan untuk sebuah tujuan dan memiliki arti yang penting. Namun, bisa juga seperti kata Shakespeare apalah arti sebuah nama? Yang maksudnya nama itu tidak penting. Namun, sebagai orang tua, saya tidak sependapat dengan Shakespeare. Bagi Bunda, nama itu harus bagus dan memiliki makna yang bagus juga. 

Saat mengandung anak pertama, Bunda sudah jauh-jauh hari menyiapkan nama. Bahkan, saat usia kandungan masih 3 bulan. Bunda menyiapkan nama untuk anak laki-laki padahal belum tahu apa jenis kelamin bayi yang sedang dalam kandungan. Bunda menyiapkan nama Fathan Raihan Nurhasan untuk si jabang bayi.  Alhamdulillah, sesuai dengan afirmasi selama hamil, bayi yang lahir berjenis kelamin laki-laki. Nama yang artinya “pembuka cahaya kebaikan” pun menjadi nama anak laki-laki pertama Bunda. Jadi, bagi Bunda, arti sebuah nama sangat penting. Bunda berusaha mencari nama yang memiliki arti baik. Namun, Bunda juga tidak ingin memilih nama yang terlalu ‘berat’ maknanya.

Berbeda dengan anak pertama, saat mengandung anak kedua, Bunda tidak menyiapkan nama terlebih dahulu. Padahal, Bunda sudah tahu jenis kelamin bayi dikandung yaitu berjenis kelamin perempuan. Saat hamil, Bunda hanya berkeinginan nama anak saya dimulai dari huruf ‘F’ seperti anak pertama. Bunda sudah coba search nama-nama bayi, namun belum menemukan nama yang pas. Si Ayah pun tampak bingung dengan proses pencarian nama ini. Akhirnya, proses pencarian nama ditangguhkan.
Tanpa terasa, usia kandungan sudah mencapai usia 36 minggu. Tiba-tiba keluar flek dan dokter memutuskan Bunda harus melahirkan melalui operasi SC. Pagi hari, Bunda periksa dan sorenya harus sudah masuk ke rumah sakit. Bunda dan Si AYah mendadak membeli perlengkapan bayi yang belum dipersiapkan sama sekali. Urusan nama bayi pun belum terselesaikan. Keesokan harinya, Bunda menjalani operasi SC dan lahirlah bayi perempuan dengan berat 3,1 kg dengan jenis kelamin perempuan.  Namun, Bunda dan Si Ayah belum juga menemukan nama yang cocok. 

Bunda dirawat selama 3 hari di rumah sakit. Setelah operasi, pikiran tersita oleh rasa sakit yang mendera karena bekas operasi. Sehingga Bunda pun tidak mencari-cari nama untuk anak kedua ini. Saat teman-teman datang menjenguk dan menanyakan nama bayi kami, Bunda jawab belum menemukan nama yang pas. Kebingungan melanda saat akan keluar rumah sakit karena harus mengisi surat keterangan lahir untuk pembuatan akta lahir. Saat bingung begitu, akhirnya munculah sebuah nama dalam benak Bunda. Bunda dan Si Ayah pun berdiskusi dan akhirnya jadilah sebuah nama “Fakhira Ardena Nurhasan”. Alhamdulillah, akhirnya bayi cantik Bunda sudah memiliki nama yang cantik juga (menurut Bunda, hehehe). Mudah-mudahan, kelak tumbuh menjadi gadis cantik berbudi pekerti yang baik, cantik secantik namanya. Aamiin.