CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Bunda Mengelola Keuangan dengan Bijak




Pagi itu, seorang perempuan dengan rambut kusut masai tergopoh-gopoh membereskan kamar yang berantakan. Sisa-sisa makanan dan kertas tisu berserakan hasil karya dari putra pertamanya yang masih berusia 2,5 tahun. Tubuhnya masih terasa letih karena semalam tidak cukup beristirahat namun pagi ini, perempuan itu harus sudah bersiap berangkat kerja. Ditatap putra-putrinya. Putra pertama yang masih balita tampak tidur lelap padahal semalam habis dimarahi karena mengacak-acak mainan dan buku-buku. Putri keduanya yang masih bayi berusia 3 bulan pun tampak tidur nyenyak. 
 Kesempatan ini dimanfaatkannya untuk menyiapkan segala sesuatu sebelum berangkat kerja.  Hari-hari yang cukup melelahkan dan menguras emosi. 

Setiap pagi sibuk dengan aktivitas persiapan, saat akan berangkat kerja si balita bangun dan merengek ingin ikut kerja. Kemudian harus menempuh keriuhan jalanan dengan menggunakan sepeda motor menuju tempat bekerja. Seharian mengurusi pekerjaan, lalu sore hari harus kembali menembus kemacetan jalanan untuk menemui anak-anak tercinta. Sampai di rumah tidak bisa istirahat melainkan langsung memandikan kedua buah hati, membereskan ruangan yang berantakan, memasak untuk makan malam dengan diiringi rengekan balita yang minta perhatian dan bayi yang kehausan. Di sela-sela semua kesibukan tersebut, perempuan tersebut selalu memikirkan bagaimana masa depan keluarga kecilnya. Apa yang harus dilakukan agar bisa mengelola keuangan dengan bijak agar masa depan anak-anak terjamin? 

Untunglah, perempuan itu menyukai dunia menulis dan menyempatkan diri untuk menulis di blog. Sehingga di sela-sela semua keruwetan itu, perempuan tersebut masih berkesempatan menerima undangan untuk hadir di acara Jumpa Blogger Sun Life yang memberikan banyak pengetahuan mengenai bagaimana mengelola keuangan untuk profesi blogger. Yaah, perempuan itu yang biasa dipanggil Bunda, tentunya merasa perlu untuk mendapat pengetahuan mengenai bagaimana mengelola keuangan dengan bijak. Semakin hari, Bunda semakin mengerti betapa pentingnya melakukan perencanaan dan pengelolaan keuangan dengan bijak. Apalagi sudah ada dua anak, tentunya tidak bisa seenaknya menggunakan uang untuk belanja ini itu. Semuanya harus diatur dan direncanakan.

Beruntung sekali, Bunda mendapat materi mengelola keuangan dari pakar keuangan yang sudah terkenal yaitu Safir Senduk. Beliau memperlihatkan slide yang berisi gambar tiga profesi  yaitu Pengusaha, Karyawan, dan Profesional dengan judul SIAPA PALING KAYA? Si Bunda menebak, pastinya pengusaha karena sebagai karyawan, si Bunda tergantung dengan gaji yang jumlahnya tetap setiap bulannya. Lalu, diuraikan satu per satu mengenai profesi tersebut.

Siapa Paling Kaya?
Karyawan merupakan seorang yang bekerja di dalam organisasi dan sebagai kompensasinya dia mendapatkan penghasilan sebulan sekali. Besar penghasilan dibatasi oleh peraturan di dalam perusahaannya. Bunda ngacung, karena termasuk ke dalam golongan karyawan.
Lalu ada profesional yang merupakan seorang yang bekerja memberikan jasa dan dari jasa yang ia berikan ia mendapatkan penghasilan dari situ. Makin banyak orang meminta jasanya, makin banyak penghasilannya. Hihihihi…si Bunda ngacung lagi karena sebagai blogger sering diminta jasa untuk menulis review produk. Walaupun penghasilannya tidak besar tapi cukuplah buat nambah-nambah beli popok dan susu.

Lalu, bagaimana dengan pengusaha? Pengusaha yaitu seorang yang memiliki bisnis sendiri dan umumnya memiliki tim yang membantu menjalankan bisnis tersebut, di mana kalaupun orang tersebut pergi, timnya bisa tetap menjalankan bisnisnya dan memberikan penghasilan bagi si pemilik bisnis. Penghasilan si pemilik bisnis berasalh dari pembagian laba bisnisnya. Yeaay, walaupun belum bisa disebut pengusaha sukses, si Bunda juga sedang merintis bisnis sendiri. Penghasilannya memang masih tarik-tarikan dengan modal, tapi lumayanlah buat nambah-nambah tabungan. Lalu, siapa yang paling kaya di antara ketiganya?

Ternyata seseorang disebut kaya bukan dari gaji atau penghasilannya. Walaupun gajinya besar atau penghasilannya banyak tapi kalau belum bisa berinvestasi, seseorang belum bisa disebut kaya. Makin banyak investasi yang dilakukan maka semakin kaya. Pada bagian ini si Bunda tertunduk lesu karena memang belum banyak melakukan investasi. Investasi yang dilakukannya hanya menabung di asuransi . Namun, jangan dulu berkecil hati, ternyata bagaimana mengelola  keuangan, mengelola penghasilan, dan memilih investasi ditentukan juga oleh karakter seseorang. Karakter sangat ditentukan oleh apa yang ada di otak. Otak terbagi dua bagian besar yaitu otak kanan dan otak kiri yang masing-masing memiliki fungsi berbeda.

Karakter Pribadi  Mempengaruhi  Keuangan

Mari kita bahas mengenai perbedaan fungsi otak kanan dan otak kiri.  Orang yang cenderung menggunakan otak bagian kiri untuk berpikir termasuk tipe pemikir, alias selalu menggunakan logika. Orang otak kiri cenderung selalu menghubungkan sesuatu dengan angka dan hitung-menghitung. Profesi yang digeluti misalnya dokter, guru, ahli kimia, dll. Sementara itu, orang yang menggunakan otak kanan cenderung sering terbawa emosi dalam bepikir. Profesi yang digeluti misalnya fotografer, pelukis, artis. Kecenderungannya, laki-laki menggunakan otak kiri dalam berpikir sementara perempuan sering menggunakan otak kanan. Pantesan saja si Bunda sering merasa melow dan terhanyut perasaan. 

Lalu apa hubungannya dengan mengelola keuangan? Ternyata, orang yang menggunakan otak kanan cenderung memiliki pola belanja yang lebih boros dan tidak mau berbelit untuk hitung-hitungan. Wah, si Bunda kena lagi, deh. Bener banget, si Bunda sering suka belanja tanpa nawar-nawar dan keluar dari budget yang sudah diperkirakan. Malahan kadang belanja sesuatu yang tidak penting-penting amat hanya karena diskon. Hadeuuuh #tepukkening. Lalu bagaimana dengan si otak kiri? Ternyata orang yang menggunakan otak kiri cenderung ‘pelit’ dan berbelit hitung-hitungan. Wah, si Bunda jadi iri deh sama orang yang menggunakan otak kiri, tentunya mereka lebih pintar dalam mengelola keuangan, ya.
Kenapa si si otak kiri lebih teratur dalam mengelola keuangan? Karena orang otak kiri selalu menggunakan rasio dan logika dalam membuat keputusan.Si otak kiri juga bepikir runut dengan menggunakan nalar, dan lebih teratur. Beda banget dengan si otak kanan yang suka mengandalkan perasaan, cara berpkir yang melompat-lompat, cenderung kurang disiplin, namun lebih kreatif. Duuh, bener banget, si Bunda kalau lagi mikir sering loncat-loncat dan lebih suka bekerja dengan gaya bebas. Hahaha..walaupun begitu, otak kanan dan otak kiri sama bagusnya. Toh, bukankah Allah Swt. memberikan keduanya pada setiap manusia, tinggal bagaimana manusia memanfaatkannya dengan baik. Jadi, si Bunda tidak mau terjebak dengan kecenderungan tersebut karena si Bunda juga yakin bisa memanfaatkan otak kiri yang sudah dianugrahkan Allah Swt.Sebaiknya yang harus dilakukan adalah lebih aware dengan karakter pribadi dan tahu kelebihan dan kelemahannya.
Mengelola Cashflow
Nah, si Bunda sering mendengar istilah cashflow, mungkin secara tidak sadar sudah melakukannya dalam mengatur keuangan sehari-hari. Sebenarnya apa itu cashflow? Cashflow itu adalah arus keluar masuk uang dari penghasilan kita. Nah, sangat penting bagi kita yang ingin mengelola keuangan dengan bijak untuk mengatur cashflow dengan baik. Menurut Safir Senduk ada tiga macam cashflow yaitu:
1"INVESTASI SEBANYAK MUNGKIN"


Dulu si Bunda berpikir, gaji besar pastinya akan membuat kita lebih sejahtera. Ternyata, menurut pengalaman menjadi karyawan selama 10 tahun, dimulai gaji pertama ratusan ribu sampai sekarang gaji jutaan, semakin besar gaji tidak mempengaruhi kesejahteraan hidup. Hal itu karena semakin besar gaji, makin besar pula pengeluaran karena naiknya gaya hidup. Padahal jika tidak bekerja lagi maka penghasilan akan berhenti. Jadi, kesejahteraan itu tidak tergantung besarnya gaji melainkan besarnya asset produktif. Pesan utamanya jangan bekerja untuk gaji melainkan bekerja untuk membuat asset dengan harapan aset tersebut yang kelak akan menghidupi keluarga.

Sayangnya, kebanyakan orang membeli barang yang tidak bisa menjadi investasi. Contohnya ya yang terjadi sama si Bunda sendiri yang lebih banyak membeli barang konsumtif seperti gadget, pakaian, aksesoris, dll. Kesemuanya itu tidak menambah penghasilan. Kembali #tepukkening, deh. Nah, mari belajar tentang investasi. Investasi juga ternyata memiliki karakter, risiko, dan keuntungan yang berbeda-beda. Kita sebaiknya mempelajarinya terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Hal itu sebaiknya dilakukan agar kita jangan sampai terjebak investasi bodong. Si Bunda pernah mengalami tertipu investasi bodong, untung jumlahnya tidak besar. Sayangnya, adik ipar si Bunda terjebak investasi bodong yang nilainya sampai puluhan juta. Hadeuuuuuh….

Nah, ini dia ciri-ciri investasi bodong yang penuh dengan tipuan:
1.       Menawarkan bunga sangat tinggi
2.       Janji cash bulanan
3.       Dijamin tidak rugi
4.       Bonus member baru
5.       Skema mustahil sampai ajaib

Lalu, apa investasi yang benar? Berikut ada beberapa investasi yang bisa dipelajari: 
  •    Saham merupakan surat kepemilikan suatu perusahaan. Saat kita membeli saham, maka kita membeli sebagian perusahaan, dengan jumlah proporsi tertentu.Jika perusahaan mendapatkan keuntungan, kita juga ikut mendapat keuntungan. Saham juga bisa diperjualbelikan sehingga bisa mendapat untung dari selisih menjual saham. Safir Senduk memyarankan untuk membeli saham dari perusahaan besar yang menjadi kebutuhan banyak orang. Selain itu, pilihlah manajer investasi yang memiliki reputasi baik.
  •   Deposito merupakan jenis investasi yang mudah dicairkan dengan risiko kecil. Suka bunga depositi lebih tinggi daripada suku bunga pada tabungan. Ada pilihan deposito yaitu deposito jangan waktu, bisa satu bulan, tiga bulan, enam bulan, dua belas bulan, dua puluh empat bulan, malah ada deposito harian. Selama belum jatuh tempo suku bunga deposito tidak terpengaruh oleh pergerakan suku bunga bank. Unsur kepastian hasil pada investasi jenis ini menjadi hal yang menarik.
  • Properti berupa investasi dalam bentuk tanah atau bangunan, bisa ruko, rumah, apartemen, dll. Melakukan investasi property memerlukan jumlah dana yang cukup besar namun hasilnya juga tinggi. Lokasi strategis merupakan hal yang harus dipikirkan sebelum melakukan investasi. Adapun trik dalam memilih properti yang memiliki nilai jual tinggi adalah sebagai berikut.
·         Lokasi harus strategis dan memiliki akses jalan dan faktor pendukung lainnya.
·         Selidiki apakah kenaikan angka properti signifikan setiap tahunnya.
·         Lihat apakah kondisi properti  memiliki kondisi yang baik dengan nilai jual tinggi.
·         Perhatikan lingkungan sekitar apakah berada di daerah rawan konflik, rawan banjir, dll.
·         Lihat usia properti, semakin lama usianya maka nilainya semakin tinggi.
4.       Emas merupakan investasi yang banyak dipilih. Si Bunda juga pernah melakukan investasi LM alasannya jumlah uang untuk investasi tidak terlalu besar.

2"SIAPKAN DANA UNTUK MASA DEPAN"

Kita sering menganggap masa depan adalah misteri sehingga merasa galau karena tidak tahu masa depan seperti apa yang akan kita hadapi. Padahal, masa depan bisa kita persiapkan dengan baik dengan cara mempersiapkam dana untuk pos pengeluaran dana di masa depan. Nah, berikut adalah beberapa pos pengeluaran di masa depan dan bagaimana kita menyiapkannya dari sekarang.
  •  Pensiun. Apa yang akan si Bunda lakukan jika sudah pensiun nanti? Tentunya walaupun sudah tidak bekerja tapi kita tetap memiliki pengeluaran harian. Bayangkan jika saat kita pensiun nanti, kita tidak memiliki dana pensiun, apakah kita harus tetap bekerja di usia tua? Sementara itu nilai uang akan akan terus mengalami penurunana nilai. Uang satu juta saat ini mungkin tiga puluh tahun kemudian akan sama dengan uang sepuluh ribu. Nah, lho… oleh karena itu alangkah baiknya menyisihkan dana untuk tabungan pensiun.Pilihlah produk asuransi atau tabungan hari tua yang sudah banyak tersedia.
  • Menikah. Seringkali orang menunda-nunda menikah dengan alasan belum siap dana atau menikah dengan dana hasil pinjaman sana-sini. Duuh, alangkah baiknya jika momen bersejarah dalam hidup ini sudah disiapkan jauh hari. SIsihkanlah uang gaji kita untuk menyiapkan dana pesta pernikahan.
  • Pendidikan. Biaya pendidikan setiap tahunnya semakin tinggi. Jika zaman si Bunda kuliah, SPP per semester hanya 300 rb sekarang biaya spp per semester bisa 3 juta. Lalu, bagaimana dengan biaya SPP kuliah anak-anak si Bunda nanti? Wah, nggak kebayang, deh. Oleh karena itu memang alangkah baiknya dana pendidikan perguruan tinggi mulai disisihkan dari sekarang. Makanya si Bunda udah mulai nabung dana pendidikan buat anak pertamanya. Alasannya ya supaya nanti pas saatnya harus menguliahkan anak tidak harus kelimpungan ke sana ke mari mencari pinjaman atau terpaksa menunda keinginan anak untuk kuliah karena tidak adanya biaya. Duuh, kasihan masa depan si anak jika harus tidak kuliah karena ketidaksiapan orang tua dalam menyiapkan dana pendidikan.


3
"ATUR PENGELUARAN"

Nah, bagian ini yang paling sulit menurut si Bunda. Kenapa? Karena seringkali pengeluaran tidak sesuai dengan yang direncanakan. Padahal mengatur keuangan itu sangatlah penting bagi kita. Mengatur keuangan itu tidak harus mengeluarkan uang sesedikit mungkin tapi berusaha agar pengeluaran tidak melebihi yang seharusnya. Untungnya Safir Senduk memberikan tips-tips untuk bisa mengendalikan pengeluaran dan si Bunda bersyukur mengetahui tips-tips tersebut. Berikut tips-tipsnya:
  • Ketahui dimana boros Anda lalu kurangi pelan-pelan. Baiklah, si Bunda harus segera mengurasi membeli mainan buat anak-anak. Hihihi…kadang mata ini jelalatan kalau liat mainan dan buku-buku dan bawaannya pengen beliiiii.
  • Kendalikan ‘INGIN’. Nah ini kadang yang sulit, kalau lagi kepengen dan belum kebeli, selalu terbayang deh barang yang dipengenin. Hiksss…
  •  Pergunakan ‘PRIORITAS KEBUTUHAN’. Siap, sekarang membeli sesuai prioritas kebutuhan bukan karena keinginan. Kalau masih banyak baju kenapa harus membeli baju baru. Betul?

Tips lain dari Safir Senduk adalah saat kita memutuskan membeli sesuatu kita harus memperhatikan secara rasional harga barang tersebut, kualitasnya, fitur-fitur yang dimilikinya, reliability, serta garansinya. Kita juga jangna membeli karena faktor emosional seperto look (penampilan), feel, esteem, brand, safety. Karena semuanya itu adalah jebakan betmen yang membuat kita membeli barang yang tidak benar-benar kita butuhkan.

Lalu, bagaimana pola mengatur keuangan dengan benar? Berikut ada tips pembagian pos-pos keuangan yang bisa diikuti.
1.        Cicilan utang maksimal 30% dianjurkan jauh dibawah 10%
2.       Tabungan dan investasi minimal 10% disarankan jauh lebih tinggi
3.       Premi Asuransi minimal 10% dianjurkan lebih tinggi
4.       Biaya hidup maksimal 50% kalau bisa dibawah 50% namun jangna mengurangi kualitas hidup.

Mengatur pengeluaran sudah, memiliki investasi sudah, dan menyiapkan dana untuk masa depan sudah, lalu apa lagi yang harus dilakukan agar hidup sejahtera? Ya, kita membutuhkan perlindungan karena kita tidak tahu apa kejadian apa di masa depan. Perlindungan itu dapat dilakukan oleh asuransi yang berfungsi melindungi diri, aset, dan masa depan. Jika kita memiliki gaji besar, investasi yang banyak namun semuanya akan hilang jika datang musibah dan kita tidak melakukan perlindungan sebelumnya. Namun, ternyata masih banyak yang ragu membeli produk asuransi dengan berbagai alasan. Oleh karena itu sebaiknya kita mengenali terlebih dahulu jenis asuran yang kita butuhkan, kemudian pelajari dengan seksama. Saat membeli asuransi, kita juga harus memilih polis dari setiap produk asuransi dan membaca nya dengan teliti agar memahami biaya dan perlindungan yang akan diperoleh. Jangan sampai setelah membeli asuransi ternyata tidak sesuai dengna kebutuhan kita. Kita juga sebaiknya memilih perusahaan asuransi yang menawarkan pertanggungna dan pelayanan yang terbaik dan tepercaya. Perhatikan juga penyebab utama terjadi risiko karena perusahaan asuransi hanya mengganti klaim atas kerugian yang disebabkan faktor yang disepakati bersama.  Perhatikan juga rekam jejak perusahaan asuransi,  apakah perusahaan tersebut sehat dan mampu membayar klaim pemegang polis.

SunLife untuk Hidup Lebih Baik

Acara Jumpa Blogger ini sungguh memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi si Bunda yang selama ini sangat awam dengan masalah perencanaan dan pengelolaan keuangan. Acara ini diprakarsai oleh SunLife, sebuah perusahaan asuransi yang sudah sangat terkenal di dunia internasional karena kehadirannya sejak tahun 1865 di Montreal, Quebec Kanada. Perusahaan ini sudah beroperasi di beberapa negara seperti AMerika Serikat, Inggris, Irlandia, Hongkong, Filipona, Jepang, Indonesia, India, China, Australia, SIngapura, Vietnam, Malaysia, dan Bermuda. Slogan dari perusahaan ini adalah An International Leader in protection and wealth management services, dedicated to helping customers achieve lifetime financial security. Intinya kurang lebih perusahaan ini menjadi yang terdepan dalam melakukan pelayanan perlindungan kekayaan, dan berdedikasi membantu customer dalam melindungi keuanganya.

Nah, ternyata SunLife sudah masuk Indonesia sejak tahun 1907. Namun, saat itu tentara Jepang masuk ke Indonesia da terjadi perang dunia, sehingga SunLife meninggalkan Indonesia dengan alasan faktor keamanan. Kemudian SunLife kembali membuka cabang di Indonesia tahun 1995 dan bernama SunLife Financial Indonesia. Perusahaan ini sudah membantu masyaralat Indonesia di 56 kota dengan 89 lantor cabang pemasaran konvensional dan 46 kantor pemasaran syariah. SunLife Indonesia menawarkan produk dan program proteksi dan pengelolaan kekayaan seperti asuransi jiwa, pendidikan, kesehatan, dan perencanaan hari tua. Ada beberapa produk SunLife Financial Indonesia yang ditawarkan yaitu:
1.       Proteksi dengan konsep 2 in 1 yaitu solusi investasi yang dikombinasikan dengan asuransi.
2.       Simpanan dan Investasi yaitu produk perencanaan tabungan dan investas yang ditawarkan SunLife Finanscial Indonesia pada setiap tahap kehidupan.
3.       Riders yaitu perlindungan yang lebih mendalam selain asuransi dasar sebagai pelengkap dan pendukung.
4.       Bancassurance yaitu program SunLife yang bekerja sama dengan bank menawarkan kebutuhan nasabah mengenai proteksi investasi, perencanaan keuangan dan menabung.

SunLife Finansial Indonesia memiliki misi Hidup Lebih Baik,”Life brighter under the Sun” yang bertujuan membantu keluarga Indonesia mencapai kesejahteraan. Program-programnya yaitu merencanakan keuangan, menyiapkan masa depan, mengawal investasi yang tumbuh, memberikan perlindungan dan solusi keuangan keluarga Indonesia sehingga menjadi jembatan bagi kesejahteraan di masa depan.

SunLife Financial Indonesia juga sudah memenuhi kebutuhan keluarga muslim di Indonesia berupa produk syariah. Kerja keras SunLife Financial Indonesia unit syariah membuahkan hasil berupa penghargaan bergengsi pada ajang “Global Banking and Finance Riview Awards” dalam kategori “Best Famili Takaful Provider Indonesia 2015”. Selamat buat SunLife Financial Indonesia unit syariah. Si Bunda merasa bersyukur dengan program edukasi pengelolaan keuangan yang diadakan oleh Sunlife untuk para blogger. Dengan program tersebut, para blogger, terutama si Bunda bisa mengetahui bagaimana mengelola keuangan dengan bijak untuk masa depan lebih sejahtera. Baybay rambut kusut masai, selamat datang masa depan cerah gemilang. Terima kasih SunLife Financial Indonesia.