CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Melahirkan Normal VS Melahirkan Caesar




Setiap perempuan akan sangat berbahagia jika dianugerahi rezeki tiada ternilai yaitu jabang bayi dalam kandungan. Begitu pun Bunda, setelah 7 tahun menanti, akhirnya Allah Swt. memberikan rezeki yang tiada tara nilainya. Tentu saja Bunda sangat berbahagia. Selama kehamilan, Bunda berusaha merawat janin dalam kandungan dengan baik dengan cara mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kesehatan, dan berusaha lebih dekat kepada Allah Swt. dengan harapan akan mendapat kelancaran selama proses hamil dan melahirkan.

Alhamdulillah, selama proses hamil sangat lancar. Bunda tidak mengalami mabok berat saat hamil. Bisa dibilang selama hamil sehat. Akibatnya, napsu makan sangat besar dan berat badan naik secara drastis. Pada kehamilan pertama, berat badan Bunda naik sebanyak 25 kg. Awalnya berat badan Bunda hanya 50 kg dan saat usia kandungan 9 bulan, berat badan Bunda mencapai 75 kg. Sempat diet karena disarankan dokter agar bayi di dalam kandungan tidak terlalu besar. Namun, ternyata usaha diet tidak membuahkan hasil, berat badan Bunda turun tapi berat badan bayi dalam kandungan terus naik. Selama hamil pun Bunda rajin senam hamil biar persalinan nanti bisa berjalan secara normal. Fiuuhhh…#lapkeringat.

Selama hamil, Bunda terus berdoa kepada Allah Swt. supaya bisa melahirkan secara normal. Bunda pun sudah bersiap tinggal di rumah mertua yang notabene adalah bidan. Pada saatnya melahirkan, Bunda mengalami pembukaan selama berhari-hari, tepatnya 5 hari. Mulai dari pembukaan 4 sampai pembukaan 9. Sayangnya, walaupun sudah pembukaan 9 namun si bayi tetap susah keluar. Akhirnya, ibu mertua membawa ke rumah sakit dan si Bunda pun menjalani operasi Caesar. Saat itu, Bunda dibius total karena sudah tidak kuat menahan rasa sakit mulas. Alhamdulillah, lahirnya putra pertama yang diberi nama Fathan Raihan Nurhasan.

Saat Fathan berusia 2 tahun, Bunda pun positif hamil anak kedua. Tidak seperti kehamilan pertama, pada kehamilan kedua ini, Bunda tidak terlalu menjaga pola makan. Hasilnya, sama seperti kehamilan anak pertama, berat badan Bunda naik 25 kg. Padahal, pasca melahirkan anak pertama susah sekali menurunkan berat badan. Hehehehe..ya sudahlah sepertinya memang kalau hamil si Bunda kudu naik drastis BB-nya. Nah, kalau saat hamil anak pertama, Bunda ngotot pengen lahiran normal pada kehamilan kedua ini, Bunda lebih pasrah, bahkan sudah menyiapkan mental jika harus operasi lagi. Memang terbukti, pada kelahiran anak kedua ini, Bunda harus melahirkan lagi melalui operasi Caesar. Alamaak… pasca operasi Caesar kedua sakitnya tiada terkira dan pemulihannya pun lama. Hampir satu bulan, badan Bunda terus-terusan demam pasca melahirkan.

Kenapa Bunda ngotot banget ingin melahirkan secara normal? Karena Bunda tahu kalau melahirkan secara normal banyak kelebihannya. Memang saat melahirkan secara normal, seorang perempuan akan merasakan sakit yang sangat luar biasa. Rasanya jantung seperti ditarik-tarik namun konon katanya saat bayi keluar, rasa sakit itu akan langsung hilang tergantikan dengan rasa bahagia melihat wajah si jabang bayi. Melahirkan secara normal adalah cara terbaik karena proses persalinan ini secara alami ini akan memberikan sinyal ke seluruh tubuh untuk melanjutkan perannya dalam proses penyembuhan dan ‘memberi makan’ bayi,kelenjar susu akan segera aktif memproduksi kolostrum dan sir susu, rahim akan berkontraksi dan kembali ke bentuk semila, darah kotor dikeluarkan. Alhamdulillah, walaupun si Bunda melahirkan secara operasi Caesar namun air susu keluar secara normal. Kuncinya adalah langsung disusui begitu bayi lahir. Si Bunda harus menahan nyeri luka sehabis operasi dan tetap menyusui si buah hati. Melahirkan secara normal juga minim risiko pendarahan berlebihan. Biaya melahirkan pun lebih murah dan proses pemulihan pasca melahirkan sangatlah cepat.

Si Bunda sudah tahu kelebihan melahirkan secara normal lebih ideal lalu kenapa untuk kelahiran anak kedua di Bunda kembali memilih operasi Caesar? Alasannya karena jarak anak pertama dan anak kedua belum empat tahun. Sebenarnya, dari ibu mertua udah ada lampu hijau kalau sebenarnya si Bunda bisa melahirkan secara normal. Namun, si Bunda trauma dengan proses melahirkan anak pertama, karena sakitnya dobel-dobel, sakit sebelum melahirkan dan sakit sesudah melahirkan. Dokter pun mengatakan bahwa melahirkan normal cukup berisiko bagi saya yang sudah melahirkan secara Caesar. Yah, saya pun pasrah pada saran dokter. Hasilnya, duuuuh, kapok banget, sakit pasca operasi Caesar yang kedua jauh lebih sakit daripada yang pertama. Namun, saat si Bunda mendapat cerita dari teman Bunda yang melahirkan anak keduanya, rasanya rasa sakit si Bunda bukan apa-apa. Coba bayangkan, teman si Bunda ini melahirkan anak kedua dengan keimginan melahirkan normal. Beliau melahirkan anak pertama melalui operasi Caesar lalu saat kelahiran anak kedua memang ingin normal. Namun, ternyata sulit juga sampai harus divacum. Tetap si jabang bayi tidak keluar, akhirnya jalan terakhir kembali melahirkan secara Caesar. Beliau cerita sakit pasca melahirkan triple-triple. Hiks…kebayang sakitnya. 

Sebenarnya, melahirkan normal memang lebih ideal. Namun, pada kenyataannya memang tidak semudah yang diinginkan. Saat ini pun ternyata lebih banyak ibu melahirkan secara Caesar dengan berbagai alasan. Bahkan, dari bukunya Nadia Mulya ditemukan fakta berdasarkan survei bahwa ibu muda di Indonesia sebanyak 46% memilih persalinan dengan operasi Caesar. Ada apa dengan fenomena ini? Apakah melahirkan melalui operasi Caesar memang sedang tren? Entahlah, si Bunda juga tidak tahu. Bagi si Bunda yang penting dapat melahirkan dengan selamat dan bayi pun sehat. Apa pun caranya, baik melahirkan secara normal maupun secara Caesar. Walaupun si Bunda kadang merasa iri pada ibu-ibu lain yang dapat melahirkan secara normal. Namun, usaha sudah dilakukan jika memang yang terjadi harus begitu, si Bunda hanya berpikir yang terbaik. Melahirkan secara normal maupun Caesar sama-sama sakit. Walaupun memang ternyata melahirkan secara Caesar ternyata lebih berisiko.

Dari beberapa sumber, si Bunda mengutip risiko melahirkan secara operasi Caesar yaitu memiliki risiko kematian ibu 3 kali lebih besar jika dibandingkan dengan persalinan normal. Selain itu, ternyata anggapan melahirkan secara normal lebih sakit juga tidak tepat karena pada kenyataannya sehabis operasi Caesar, pemulihan dari rasa sakit cukup lama. Kalau yang si Bunda rasakan, pada proses melahirkan yang kedua, proses pemulihan awal selama 2 minggu, selanjutnya benar-benar pulih setelah satu bulan lebih. Selama satu bulan, si Bunda sering terkena demam. Hikss… dan sakitnya sehabis operasi Caesar tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sakiit banget, sampai dua malam tidak bisa tidur hanya bisa nangis. Hiksss…

Berkaca dari hal tersebut, baik melahirkan secara normal maupun melalui operasi Caesar sama-sama sebuah perjuangan bagi seorang ibu. Oleh karena itu, pahala (bagi umat Islam) bagi seorang ibu yang mengandung dan melahirkan sangat besar, seperti dikutip hadits berikut.
Rasulullah SAW bersabda, "Apalah kamu tidak rela, salah seorang dari kamu, wahai sekalian wanita, bahwa jika ia hamil dari suaminya, sedangkan suaminya ridha padanya, maka ia akan memperoleh pahala, seperti pahala orang yang berpuasa yang sedang berjuang fi sabilillah. Dan jika dia merasa kesakitan (ketika melahirkan), maka ia akan mendapatkan pahala yang penduduk langit dan bumi belum pernah melihat pahala yang disediakan untuknya dari pandangan mata yang menyenangkan. Dan jika ia melahirkan, maka tiadalah keluar seteguk susunya yang kemudian anaknya menghisap susunya, melainkan setiap tetesan susunya tersebut akan berpahala satu kebaikan. Dan jika ia tidak dapat tidur semalam suntuk (karena anaknya), maka baginya pahala seperti memerdekakan 70 hamba sahaya di jalan Allah dengan penuh keikhlasan."

Nah, menurut si Bunda, baik melahirkan secara normal maupun melalui prosedur operasi Caesar tidaklah harus diperdebatkan. Baik melahirkan secara normal maupun Caesar sama-sama melalui proses yang luar bisa. Intinya, sebagai seorang perempuan yang sudah dikaruniai rezeki besar berupa kesempatan mengandung dan melahirkan, berbahagia dan bersyukurlah karena sudah diberi kesempatan untuk mendapatkan pahala yang luar biasa besarnya. Ini menurut si Bunda, lho ya berdasarkan pengalaman pribadi.