CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Berani Bermain Permainan Ekstreme Bersama si Kecil Karena Rinso Detergent




Berani bermain permainan ekstreme bersama si kecil memang sepertinya sekali-kali perlu dilakukan. Kenapa? Bunda pikir sih untuk melatih keberanian anak. Makanya saat kantor Bunda mengadakan acara rafting ke Sungai Palayangan, Bunda berniat mengajak Fathan yang masih berusia 3,5 tahun. Rencananya, para karyawan akan diajak bermain permainan ekstreme yaitu permainan arung jeram dan flying fox di Sungai Palayangan Pangalengan, Bandung. Belum terbayang sih bagaimana nanti saat Fathan ikut permainan ekstreme tersebut.

Bunda juga memikirkan tumpukan pakaian kotor sehabis kegiatan yang biasanya bernoda lumpur. Untungnya, Bunda punya rinso detergent yang jadi andalan saat banyak cucian dengan kotoran membandel. Oke, Bunda tidak perlu cemas untuk urusan cucian.

Adapun persiapan yang Bunda lakukan untuk Fathan yaitu:
1.       Menyiapkan pakaian pergi, kaos yang menyerap keringat dan celana jeans.
2.       Menyiapkan pakaian untuk kegiatan rafting dan flying fox, pilih kaos dan celana pendek berbahan ringan.
3.       Menyiapkan makanan ringan selama dalam perjalanan
4.       Menyiapkan kantong keresek untuk baju kotor dan basah
5.       Menyiapkan peralatan mandi anak

Pagi-pagi sekali Fathan sudah dibangunkan dan langsung diajak mandi. Untungnya Fathan termasuk anak yang tidak terlalu susah diajak bangun pagi karena sudah biasa bangun pagi untuk pergi sekolah.

“Mau ke mana, Bunda? Mau sekolah? Hari ini khan libur,” tanya Fathan.
“Ikut Bunda jalan-jalan, yuk,” 

Si Bunda sama sekali tidak mengatakan akan main ke sungai untuk rafting. Khawatirnya Fathan ingin ikut rafting dan dia belum bisa karena usianya yang masih balita. Jadi daripada nanti dia nangis lebih baik si Bunda nggak bilang apa-apa.

Pukul 07.15, si Bunda dan teman-teman kantor berangkat ke  Pangalengan. Fathan tampak begitu semangat ikut jalan-jalan dengan teman-teman kantor Bunda. Sepanjang jalan Fathan terus mengomentari apa yang dia lihat. Fathan juga terus bertanya tentang apa saja. 

Kami tiba di lokasi sekitar pukul 10. Lalu, kami pun melakukan beberapa permainan. Sementara Fathan terus saja mengajak si Bunda melihat danau. Dia sangat senang sekali melihat danau dan perahu.

“Fathan mau naik perahu,” rengeknya.
“Iya,” ucap si Bunda yang memang berencana akan mengajak Fathan naik perahu.

Sekitar pukul 13.00, karyawan dikumpulkan untuk olahraga flying fox. Awalnya si Bunda sama sekali nggak akan ikutan. Tapi, Fathan sangat antusias melihat orang-orang memakai rompi pelampung dan helm. Dia pun ingin memakai rompi pelampung dan helm.
Siap-siap naik flying fox


Fathan ikut antre bersama bapak-bapak yang akan naik flying fox. Tiba gilirannya, Fathan dengan dibantu oleh Bunda naik ke menara. Tadinya Bunda kira bisa naik flying fox barengan berdua sama Fathan. Eh, kata bapak petugasnya sendiri-sendiri saja karena khawatir talinya nggak kuat, keberatan beban. Duuuh, si Bunda jadi bingung. Masa sih bocah cilik ini naik flying fox sendirian. Lagipula ini flying fox bukan untuk anak-anak tapi untuk dewasa. Tapi melihat Fathan yang antusias, ya sudahlah Bunda biarkan naik flying fox sendirian.
Yang menggantung itu balita usia 3,5 tahun yang sedang naik flying fox


Tali pun dikaitkan ke tali yang sudah dipasang di pinggang Fathan. Fathan pun nurut saat disuruh memegang tali yang sudah disediakan. Lalu, satu … dua… tiga…bismillah, Fathan didorong dan melayang melintasi tali Fying Fox. Duuh, Bunda yang deg-degan lihatnya. Sementara si bocah sama sekali tidak bersuara. Bunda baru bisa menarik napas lega saat melihat Fathan sudah tiba di ujung sana dengan selamat dan diturunkan oleh petugas di sana.

“Duh, alhamdulillah …”
Lalu, sekarang giliran Bunda menyusul Fathan.
Selesai flying fox, kami semua istirahat sebentar sambil minum air kelapa muda. Wuiihh…segar. Ini khan kesukaan Fathan. 

Lalu, Fathan melihat beberapa orang mengangkat perahu karet untuk arung jeram.
“Bunda, Fathan mau naik perahu yang diangkat,” pintanya spontan.
Waah, berarti Fathan mau ikut permainan ekstreme arung jeram. Kira-kira bisakah anak sekecil itu naik arung jeram. Seingat Bunda, permainan ini agak berbahaya karena melintasi arus sungai yang deras dan berbatu. Dulu, Bunda pernah ikut arung jeram dan ada teman seperahu yang jatuh ke sungai. Bagaimana kalau Fathan jatuh, ya?

Akhirnya, Bunda bertanya kepada pemandu, bisakah Fathan ikut arung jeram? Jawaban si pemandu membuat Bunda lega ternyata Fathan bisa ikut arung jeram. Hanya nggak mulai dari start tapi setelah melewati air terjun domba yang tingginya sekitar 2 meter. Agak berbahaya buat anak kecil melewati arus tersebut.

siap-siap naik perahu karet
Fathan sangat antusias saat akan naik perahu karet dan berlayar di danau. Terjadi perang air di danau dan Fathan sangat heboh pengen ikutan perang air. Upss… bahaya dong, Nak.

Tiba di ujung danau, kami naik ke darat dan menemukan sungai berarus deras. Bukannya takut melihat air sungai yang deras, Fathan malah teriak-teriak ingin segera naik perahu karet. Namun, ternyata arealnya agak ekstreme jadi Fathan diajak dulu jalan sama pemandu sementara Bunda naik perahu duluan.

Fathan tidak menangis saat ditinggal naik perahu. Fathan nurut ikut pemandu yang mengikuti perahu dari sisi sungai. Bunda bersama teman-teman pun terombang-ambing di arus yang sangat deras. Kami pun melewati air terjun domba yang memang ekstreme banget. Si Bunda saja sampai kejeduk hidungnya sama helm teman yang duduk di depan saking kenceng banget bantingannya. Nggak kebayang kalau Fatah ikutan di perahu. Bisa-bisa terjun ke sungai. Hiiy…. Bunda sampai merinding membayangkannya.

Setelah melewati air terjun domba, barulah Fathan naik ke perahu karet. Fathan duduk di tengah dan tampak sangat senang bisa naik perahu karet. Selama perjalanan di jeram yang deras, Fathan tampak menikmati. Dia sama sekali tidak menangis atau merasa takut padahal beberapa kali mendapatkan bantingan yang keras.
Saat tiba bagian sungai yang arusnya tidak terlalu deras, perahu berhenti dan kami turun karena air hanya sepinggang. Fathan ingin ikutan turun dan berenang. Duuh, untung teman-teman seperahu Bunda pada baik semua, mau gendong dan bantuin Fathan berenang.

Perjalanan pun berlanjut. Ternyata perjalanan arung jeram kali ini cukup panjang yaitu sekitar 5 km dan menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Tapi si Bunda dan teman-teman sangat puas dan merasa fun.  Apalagi Fathan yang tampak semangat dan happy, padahal dia menggigil kedinginan. 
perahu karet meluncur ekspresi Fathan lucu banget


Si Bunda merasa senang melihat Fathan bisa mengikuti permainan ekstreme dan mengikutinya. Bunda sama sekali tidak menyangka Fathan bisa ikut flying fox dan rafting, permainan yang masuk kategori ekstreme. 

Walaupun tergolong permainan yang ekstreme, Fathan tampak sangat senang karena memang banyak sekali manfaat dari bermain di antaranya:
1.       Fisik, permainan yang aktif sangat penting bagi penumbuhan otot anak. Dengan bermain, dia akan berlatih keterampilan dalam menemukan dan menghimpun sesuatu.
2.       Nilai edukatif, permainan membuka peluang seluas-luasnya bagi anak untuk belajar tentang banyak hal melalui alat-alat permainan yang bervariasi, seperti mengenal bentuk, warna, atau ukuran. Seringkali dengan permainan, anak-anak memeroleh pengetahuan yang tidak mungkin diperoleh dari sumber lain.
3.       Nilai sosial, dengan bermain anak akan belajar membangun hubungna sosial dengan orang lain dan belajar bagaimana memberi dan menerima.
4.       Nilai akhlak, melalui permainan akan akan memiliki pemahaman awal tentang benar dan salah. Ia juga akan mengenal beberapa niali akhlak dalam bentuk dasar seperti kejujuran, amanah, disiplin, dan sportif. Jika Fathan enggak disiplin saat ikut rafting dan flying fox tentunya bisa bahaya, khan.
5.       Kreativitas, dengan permainan anak dapat mengungkapkan kemampuan kreativitasnya dan mempraktikkan gagasan-gagasan yang dimilikinya.
6.       Nilai kepribadian, melalui permainan anak akan mampu menemukan banyal hal tentang dirinya. Anak dapat mengukur kemampuannya dan keterampilannya melalui interaksinya dengan teman-temannya. Anak juga belajar menghadapi masalah-masalah yang dihadapinya.
7.       Nilai solutif, dengan permainan anak akan keluar dari ketegangan yang muncul akibat banyaknya ikatan yang dipaksakan kepadanya. Makanya kita sering menyaksikan anak-anak berlatar belakang keluarga terlalu banyak ikatan, perintah, dan larangan, bermain lebih agresif dibandingkan anak lainnya. Bermain juga merupakan salah satu sarana yang baik untuk mencairkan permusuhan.


B   Bunda mengetahui banyaknya manfaat dari bermain sehingga tidak membatasi Fathan untuk bermain.Bahkan bermain kotor-kotoran pun tidak masalah karena ternyata bermain kotor-kotoran itu juga banyakmanfaatnya. Untuk urusan baju kotor dan noda membandel khan sudah ada ahlinya yaitu rinso detergent.Dengan menggunakan rinso detergent, Bunda tidak khawatir lagi dengan cucian dengan kotoran membandel.Fathan pun bisa melakukan banyak eksplorasi tanpa harus mendapat banyak larangan dari Bunda. SemogaFathan terus dapat bereksplorasi dan berkembang terus kemampuan-kemampuannya.