CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Berapa Biaya Melahirkan Caesar dengan Menggunakan Kartu BPJS?




Berapa Biaya Melahirkan Caesar dengan Menggunakan Kartu BPJS—Sebenarnya sudah lama si Bunda ingin menulis topik ini. Tapi, berhubung habis melahirkan langsung sibuk unyel-unyelan sama si kecil makanya rencana nulis topik ini ketunda terus. Baru sekarang, setelah satu tahun lebih, tiba-tiba si Bunda ingin menuangkan pengalamannya melahirkan dengan menggunakan BPJS. Apa seratus persen gratis atau ada biaya lain. Baiklah, simak yuk cerita si Bunda.

Setiap kehamilan memang punya cerita berbeda. Kehamilan anak pertama saya lebih perhatian karena memang anak yang sudah ditunggu bertahun-tahun. Walaupun sudah dipersiapkan dengan matang dan sudah disiapkan akan melahirkan di mana dan bagaimana. Rencananya sih melahirkannya normal di rumah ibu mertua yang bidan. Tapi, ternyata ending cerita berkata lain. TIba-tiba si bayi nggak mau keluar padahal sudah pembukaan Sembilan. Mules sudah enggak kuat, tenaga pun sudah habis. Akhirnya, ibu mertua mengambil inisiatif dan membawa ke rumah sakit untuk diambil tindakan operasi Caesar. Anak pertama pun lahir melalui operasi Caesar. Hikkss … sakit bekas jahitan memang ngilu tapi lebih ngilu lagi setelah melihat jumlah tagihan rumah sakit. Pokoknya bikin sembelit, deh.

Oleh karena itu, pada kehamilan kedua, si Bunda sudah mempersiapkan mental akan melahirkan secara Caesar. Alhamdulillah, kantor sudah mendaftarkan si Bunda dan keluarga sebagai peserta BPJS. Sehingga si Bunda bisa memeriksakan kehamilan secara gratis di puskesmas terdekat. Hehehe  … berhubung ini anak kedua, si Bunda tidak terlalu memusingkan apakah periksa kehamilan ke puskesmas atau ke DSOG. Hahaha … sama aja, pikir si Bunda. Yang penting si bayi sehat. Kehamilan kedua ini memang si Bunda rada cuek. Kalau kehamilan pertama, si Bunda sangat menjaga asupan makanan yang dikonsumsi. Si Bunda tidak makan mie instan, junkfood semacam fried chicken, makanan bertepung semacam pizza dan burger. Makanan yang dikonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran. Akan tetapi, pada kehamilan kedua, si Bunda cuek aja makan mie instan, makan mie bakso, mie ayam, dan makanan yang dulu dihindari saat kehamilan pertama.
Saat usia kehamilan menjelang tujuah bulan, bidan di puskesmas periksa posisi bayi dan ternyata posisinya sungsang. Ibu bidan pun memberi surat rujuan kepada si Bunda agar periksa kehamilan ke rumah sakit. Si Bunda sudah pilih rumah sakit TNI Sariningsih. Kenapa  piih rumah sakit tersebut? Karena banyak rekomendasi positif  dari beberapa teman yang melahirkan Caesar di sana, katanya dokternya bagus. Baiklah … si Bunda pun periksa ke sana. Ternyata, memang benar, dokter di sana baik dan perhatian. Bahkan, setiap kontrol kehamilan ke sana selalu diberi rujukan sehingga tidak harus kembali lagi periksa ke puskesmas. Vitamin yang diberikan pun tentunya lebih bagus daripada yang diberikan di puskesma. Oh iya, selama pemeriksaan di rumah sakit dengan dokter dan USG, si Bunda tidak mengeluarkan biaya sedikit pun. Saya cukup memberikan foto kopi kartu BPJS.

Si Bunda diperkirakan melahirkan tanggal 17 Agustus 2016. Asyiiikk, melahirkannya habis lebaran. Jadi saya bisa santai-santai dulu libur lebaran, pikir saya. Namun, seperti pada kehamilan pertama, rencana tidak selalu sama dengan kenyataan. Hihihi … ternyata saya mengalami flek saat usia kehamilan 34 minggu. Untunglah masih cukup usia kehamilan. Nggak prematur. Kalau prematur pastinya si Bunda akan lebih panik. Karena tidak tahu penyebab bayi lahir prematur, sehingga tidak pernah mempersiapkan hal tersebut.Katanya sih penyebab bayi lahir prematur itu karena kondisi si ibu yang kurang baik dan pola hidup si ibu hamil yang kurang tepat seperti merokok. Duuuh, sempat khawatir juga soalnya pada kehamilan kedua ini, si Bunda kurang memperhatikan masalah kesehatan.


Suatu pagi, si Bunda mendapati flek. Waah, langsung panik padahal usia kehamilan baru 34 minggu. Si ayah pun langsung mengajak kontrol ke dokter. Ealaaaah, dokter langsung meminta si Bunda masuk ruang perawatan karena akan dipersiapkan operasi Caesar. Sebelum operasi, dokter bertanya apakah mau pakai obat BPJS atau obat swasta. Berhubung ini kelahiran kedua dengan operasi Caesar, si Bunda memutuskan membeli obat swasta. Si Bunda pun langsung mendapat resep obat yang harus dibeli sebelum operasi Caesar. Harga obat yang dibeli sekitar 1 juta rupiah. Hehehe … ternyata, keluar biaya juga untuk obat.
Rencana melahirkan ini memang mendadak dan si Bunda belum mempersiapkan apa-apa. Jadinya sebelum masuk ke ruang perawatan, si Bunda terlebih dahulu membeli perlengkapan bayi dan menebus obat yang diresepkan dokter.

Keesokan paginya Bunda masuk ruang operasi. Subuh-subuh sudah mandi dan mempersiapkan diri. Sekitar pukul 07.00 masuk ruang operasi. Pukul 07.30 operasi selesai. Berbeda dengan operasi pertama yang dibius total, pada operasi kedua ini, si Bunda hanya dibius lokal. Jadinya mendengar percakapan dokter selama operasi. Bunda juga merasakan perut yang bergerak-gerak. Hehehe … 

Ternyata habis operasi Caesar kedua lebih sakit daripada operasi Caesar pertama. Jika operasi Caesar pertama recovery-nya sebentar, untuk operasi Caesar kedua, recovery-nya agak lama. Si Bunda pun terus meriang dan sakit bekas jahitan pun menyayat sekali hingga nggak bisa tidur selama dua malam. Hari ketiga si Bunda keluar dari rumah sakit tanpa diharuskan membayar biaya perawatan. Jadi, berapa biaya meahirkan Caesar dengan menggunakan kartu BPJS? Untuk biaya rumah sakit, perawatan, dan operasi sama sekali tidak mengeluarkan uang. Bunda hanya mengeluarkan uang untuk menebus resep obat dari dokter. Tapi, ada juga teman yang cerita kalau dia mengeluarkan uang hanya untuk membeli perban karena dia menggunakan obat dari BPJS. 

Kalau si Bunda si merasakan sekali manfaat BPJS. Mulai dari periksa kehamilan sampai melahirkan tidak mengeluarkan biaya. Bahkan, biaya operasi Caesar pun hanya untuk pembelian obat dan itu pun karena keinginan si Bunda sendiri. Pelayanan terhadap pasien BPJS pun baik tidak ada driskiminasi. Sehingga Bunda simpulkan BPJS sangat membantu sekali dalam proses kehamilan dan melahirkan si Bunda. Terima kasih BPJS.