CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Traveling Ala Backpacker




Entah kenapa, Bunda selalu senang berada dalam perjalanan. Setiap perjalanan begitu mengasyikkan, baik itu perjalanan sendiri maupun bersama keluarga. Bunda sangat menikmati saat berada dalam perjalanan sambil menikmati pemandangan alam, melamun, atau bahkan tidur. Semuanya terasa mengasyikkan. Rasanya sudah tidak asyik jika sudah sampai ke tempat tujuan. Tapi itu duluuuuu … saat masih single. Sekarang?
Kalau sekarang? Memikirkan harus melakukan perjalanan saja sudah sangat melelahkan. Hehehe … mungkin karena faktor usia dan faktor-faktor lainnya yang sebenarnya enggak penting tapi ternyata menghambat. Lalu, bagaimana dengan Fathan?

“Bunda, Fathan mau jalan-jalan ke gunung,” ucap Fathan saat berada di mobil dan melihat pegunungan.
“Bunda, Fathan mau ke laut lagi,”.

Waah, ini anak sepertinya memang suka traveling. Persis kayak ayahnya yang suka melakukan perjalanan.
Sebenarnya dahulu kala, si Bunda pernah memiliki impian menjadi backpacker. Kelihatannya keren deh bisa menjelajahi kota-kota lain dengan budget minim. Walaupun saat kuliah, si Bunda pernah tuh jalan-jalan ke Yogyakarta ala backpacker. Hehehe … saat itu memang lagi seru-serunya jalan bareng teman-teman kuliah. Saat itu, si Bunda bersama sahabat Bunda yang namanya Evi menjadi manager sebuah klub teater. Rencananya klub teater akan mengadakan pertunjukkan di Bentara Budaya Yogya. Kami pun melakukan perjalanan hemat menuju kota gudeg tersebut.

Kami melakukan packing seefisien mungkin. Peralatan yang dibawa pun dibuat ringkas. Si Bunda bersama klub teater sekitar 5 orang melakukan perjalanan yang hemat. Kami menyiapkan ransel berisi pakaian dan peralatan manggung. Agar biaya perjalanan hemat, kami berangkat menggunakan kereta ekonomi. Waktu itu kondisi kereta ekonomi memang cukup parah pelayanannya. Masih banyak pedagang yang naik ke kereta dan mengganggu kenyamanan penumpang. Kereta pun dalam kondisi kotor. Tapi itu tidak kami permasalahkan sama sekali. 

Tiba di Kota Yogyakarta, jangan harap bisa menginap di tempat yang nyaman dan melakukan wisata. Kalau sekarang, semua sudah serbamudah, kita bisa mendapatkan informasi mengenai penginapan yang murah dan nyaman. Kalau dulu, rasanya alternative penginapan senikit. Sehingga, kami pun menginap di Himpunan Mahasiswa UGM. Lalu, melakukan berbagai persiapan untuk pertunjukkan teater di Gedung Bentara Budaya Yogyakarta. Untungnya, pertunjukkan teater berlangsung dengan sukses dan mendapat respon positif dari seniman Yogya saat itu.

Perjalanan backpacker tersebut sangat berkesan buat Bunda karena baru kali itu Bunda bisa nongkrong bareng dengan penduduk setempat, mencicipi kuliner khas yang didatangi oleh penduduk lokal, serta mengenal kebiasaan penduduk lokal. Kalau melakukan wisata biasa, belum tentu Bunda bisa nongkrong bareng dengan penduduk lokal dan mendapat cerita seru yang tidak biasa.

Bagi Bunda, melakukan traveling ala backpacker memiliki kesan tersendiri. Banyak hal yang tidak ditemukan saat melakukan traveling biasa. Oleh karena itu, perjalanan ke Yogyakarta saat itu merupakan kenangan yang indah. Walaupun sekarang mungkin agak sulit jika harus melakukan traveling ala backpacker. Namun, si Bunda tentunya akan mendukung keinginan Fathan yang ingin traveling ke laut, traveling ke gunung. Mungkin suatu saat, Bunda dan Ayah akan mengajak Fathan traveling ala backpacker.