CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Tips Mengatasi Anak Sakit Bagi Ibu Bekerja



Sering khan mendengar ungkapan, lebih baik ibu yang sakit daripada melihat anak yang sakit. Itulah hati seorang ibu karena anak sakit merupakan hal yang sangat menyedihkan bagi seorang ibu. Begitu pun saat Bunda mendapati dua kesayangan Bunda sakit panas, batuk, dan pilek. Bunda tidak ingin menyalahkan cuaca yang terus-terusan tidak menentu, kadang cerah, kadang hujan lebat sepanjang siang sampai malam. Cuaca memang sedang kurang baik, harusnya Bunda bisa mengatasinya. Namun, ternyata anak-anak pun jatuh sakit. 

Anak sakit tentu repot, apalagi ini ada dua anak yang sakit. Duh, pastinya repot banget ya buibuk. Begitu pun dengan Bunda. Apalagi Bunda punya kewajiban di luar rumah juga alias harus ngantor. Pastinya dilema, dong, ya. Tapi Bunda enggak boleh panik. Bunda harus mengatasi keadaan. Ini ada tips ibu bekerja saat anak sakit yang Bunda dapatkan dari pengalaman saat menghadapi anak-anak sakit.

Tentukan Prioritas
Saat ini memang bunda masih berstatus karyawan sehingga punya kewajiban pergi bekerja setiap hari selama 5 hari dalam sepekan. Lalu bagaimana jika anak-anak sakit dan tidak punya ART. Mau tidak mau Bunda harus memilih dan menentukan prioritas. Prioritas Bunda saat itu adalah bagaimana agar anak-anak segera pulih dari sakit. Sangat tidak mungkin membawa anak-anak ke daycare dalam kondisi kurang sehat. Bunda pun meminta izin atasan untuk tidak masuk kerja karena harus menjaga dan merawat anak-anak yang sakit. Alhamdulillah, atasan mengerti dan memberi izin.

Selalu Sediakan Obat-Obatan
Kita tidak pernah tahu kapan anak sakit. Kadang, saat sore hari sepulang dari daycare anak-anak masih cerah ceria. Lalu, tidur, namun tengah malam tiba-tiba suhu tubuhnya naik dan jadi rewel. Bunda mesti sudah siap siaga menjaga anak yang sedang sakit. Bunda segera memberikan obat penurun panas. Bunda juga membuat ramuan baluran campuran antara minyak telon dan bawang merah yang sudah dihaluskan. Kemudian ramuan itu dibalurkan  ke punggung dan perut anak-anak, alhamdulillah dengan cara tersebut, badannya jadi berkeringat dan suhu tubuhnya yang panas pun sedikit turun.

Setelah panasnya turun, yang agak awet adalah pileknya. Apalagi Fakhira termasuk anak yang mudah banget pilek, hidungnya meler. Kasihan banget lihat si kecil hidungnya tersumbat. Saat tudur, napasnya terlihat agak sesak. Bunda pun harus mencari cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi. Apalagi, Fakhira belum bisa mengeluarkan ingus.Untungnya Bunda sudah menyiapkan balsam pelega pernapasan khusus bayi.Lumayan membuat napas Fakhira tidak terlalu terengah-engah. Bunda pun bisa kembali beraktivitas dengan tenang setelah anak-anak kembali sehat.