CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Agar Balita Tidak Obesitas




Agar Balita Tidak Obesitas. Punya anak yang doyan makan meman merupakan sebuah anugerah bagi Bunda. Saat para Bunda lain mengeluh kesulitan memberikan asupan makanan pada balitanya, anak-anak Bunda bisa makan apa saja. Tidak ada istilah Gerakan Tutup Mulut. Namun, kondisi tersebut kadang melenakan dan membuat Bunda lengah. Bunda jadi sering memberikan makanan apa saja ke anak-anak tanpa memperhatikan kandungan gizinya. Apalagi kalau sedang dalam perjalanan. Bunda sering memberikan makanan ringan yang rendah protein dan tinggi lemak. Belum lagi kalau lagi jalan ke mal, si Ayah suka ngajak anak-anak makan ayam goreng krispi. Alasannya sederhana karena di restoran ayam siap saji ada area bermain. Anak-anak bisa puas main.

Salah satu bahaya yang mengancam kesehatan anak-anak adalah obesitas atau kegemukan. Faktanya bhawa anak-anak yang terkena obesitas berisiko tinggi terserang penyakit jantung, diabetes, dan masalah kesehatan lainnya saat dewasa.

Sebenarnya obesitas bisa terjadi karena beberapa penyebab, di antaranya faktor keturunan. Selain itu, pola makan yang kurng tepat sangat berpengaruh besar pada kelebihan berat badan anak. Biasanya akan sulit mengontrol nafsu makan pada anak yang obesitas. Pola makan yang tidak tepat dan jenis makanan yang mengandung banyak lemak akan membuat si anak mengalami obesitas.

Beberapa makanan yang bisa membuat berat badan bertambah dengan cepat adalah makanan yang mengandung banyak karbohidrat dan lemak. Jenis-jenis makanan yang bisa menimbulkan kenaikan berat badan di antaranya coklat, permen, fast food, kue, makanan dan minuman yang mengandung gula berlebih.
Jika mengonsumi makanan dan minuman yang mengandung banyak gula menjadi kebiasaan, bisa jadi kelak saat dewasa si anak bisa terkena diabetes. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika sejak kecil si anak dikenalkan pada jenis-jenis makanan sehat dan makanan untuk diabetes. Tujuannya agar sejak kecil anak terbiasa mengonsumsi makanan yang sehat.

Selain itu, agar balita tidak obesitas, anak juga dibiasakan untuk melakukan gerakan aktif seperti berlari, memanjat, dan melompat. Kadangkala sebagai orang tua (Bunda sendiri) sering melarang anak-anak lari-lati. Alasannya takut jatuh, takut menyenggol barang pecahbelah, mengganggu, dan lain-lain.Padahal, sudah seharusnya anak-anak itu melakukan gerakan aktif. 

Biasanya agar anaknya diam, orangtua sering memberikan ponsel pintar sebagai mainan. Tahukah, ternyata di balik anak yang diam tidak bergerak karena bermain ponsel pintar, terdapat ancaman yang lebih bahaya. Oleh karena itu, sebaiknya anak-anak dibiarkan untuk melakukan gerakan aktif agar semua perkembangan motorik halus dan kasarnya bisa berkembang sempurna. Anak-anak pun terhindar dari obesitas. Nah, itu dia beberapa hal yang menurut Bunda bisa dilakukan agar balita tidak obesitas.