CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Mencegah Preklampsia Pada Kehamilan Kedua




Mencegah Preklampsia Pada Kehamilan Kedua. Pada kehamilan pertama, Bunda mengalami kenaikan berat badan yang sangat signifikan. Naik berat badan sampai 25 kg. Kejadian naik berat badan sampai 25 kg terulang lagi saat kehamilan Fakhira. Apalagi saat kehamilan kedua, Bunda tidak menjaga pola makan dengan baik. Hasilnya, selain berat badan yang naik drastis, Bunda juga mengalami kenaikan tekanan darah yang signifikan. Sampai-sampai dokter memantau kehamilan yang kedua ini. Dokter khawatir Bunda mengalami preklampsia, yaitu suatu kondisi yang berkembang selama kehamilan. Tandanya yaitu tekanan darah tinggi atau hipertensi dan kadar protein yang tinggi dalam urine. Bunda mengalami bengkak pada bagian kaki, tungkai, dan tangan. Sangat menyiksa dan sulit bergerak. Bunda mengalami kondisi tersebut saat kehamilan berusia trimester kedua akhir.

Menurut dokter, penyebab Bunda mengalami kenaikan tekanan darah yang drastis karena konsumsi makanan yang mengandung garam berlebihan. Memang sih pada kehamilan kedua ini, Bunda tidak menjaga pola makan dengan baik. Berbeda dengan kehamilan pertama yang sangat dijaga pola makannya. Malahan pada kehamilan kedua ini, Bunda sering banget mengonsumsi mie instan, gorengan, cemilan, dan kurang banget makan buah-buahan dan saturan. Akibatnya,keseimbangan cairan dalam tubuh tergaggu dan terjadi retensi garam dan air di dalam jaringan tubuh sehingga meningkatkan tekanan darah.

Baca Juga: Tips Bepergian dengan Membawa Dua Balita

Dokter sempat mengomeli Bunda menyuruh Bunda untuk melakukan diet rendah garam. Apa itu diet rendah garam? Diet rendah garam yaitu mengurangi atau bahkan tidak mengonsumsi makanan mengandung garam. Tujuan dari diet rendah garam ini agar jumlah garam yang dikeluarkan tubuh sama dengan yang dikonsumi. Ternyata garam yang dikonsumsi bukan hanya garam dapur untuk memasak tapi juga dari setiap bahan makanan. Pantes aja bejibun ya numpuk si garam dalam tubuh.

Dokter memberi tahu bahwa ada beberapa tingkatan diet rendah garam yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Ada diet rendah garam tingkat tinggim ada diet rendah garam tingkat II, dan diet rendah garam tingkat III. Pada diet rendah garam tingkat tinggi, garam dapur sama sekali dihilangkan dari menu masakan. Diet rendah garam tingkat II, garam ditambahkan hanya ½ sendok teh. Sementara diet garam tingkat III, boleh ditambahkan garam satu sendok teh dalam makanan. Saat itu Bunda disarankan untuk diet rendah garam tingkat tinggi. Hiks.. lumayan anyep makan makanan tanpa rasa. Tapi demi kesehatan dijabanin. Alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih satu bulan, tekanan darah sudah kembali normal. Bunda pun diperbolehkan untuk diet garam tingkat II, lalu diet garam tingkat III. Semuanya dilakukan secara bertahap.
Setelah dilakukan diet rendah garam, tekanan darah Bunda pun kembali normal. 

Dokter pun menyarankan kepada Bunda untuk terus melanjutkan diet agar bayi dalam kandungan dapat tumbuh dengan sehat. Ya, alhamdulillah, Bunda tidak mengalami preklampsia. Fakhira pun lahir dengan selamat dan sehat. Bunda bahagia karena usaha Bunda tidak sia-sia sehingga lahirlah bayi mungil perempuan yang cantik bernama Fakhira. Walaupun harus dilahirkan melalui operasi caesar, namun Bunda tetap merasa sangat bahagia dan gembira. Fakhira menjadi obat untuk semua sakit yang dirasakan pasca kelahiran karena operasi.