CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Bunda, Aku Keluar Dari Mana?




“Bun, Fathan keluar dari mana” tanya bocah lanang suatu hari.
“Dari perut, nih ada bekasnya,” ucap Bunda sambil memperlihatkan garis tipis bekas operasi Caesar yang terdapat di kulit perut bagian bawah. Ada untungnya juga ya tenyata dulu melahirkan Fathan melalui operasi Caesar. Jadinya enggak bingung menjelaskan ke bocah 4 tahun ini darimana jalan dia keluar dari perut.
Kalau ingat proses melahirkan Fathan, duh jadi inget lagi perjuangannya melahirkan si bocah ganteng ini. Jadi ceritanya dulu pas hamil, Bunda mengalami kelebihan berat badan. Kenaikan berat badan sampai 25 kg.  Nah, ternyata enggak hanya Bunda yang makin membesar, bayi dalam kandungan pun membesar. Terakhir dokter memperkrakan berat badan si bayi 4 kg dan Bunda disuurh diet. Oke, Bunda pun dietlah. Apakah berhasil?

Saat perkiran lahir semakin dekat, Bunda makin degdegan. Hampir semua teman-teman yang barengan hamil sudah melahirkan, Bunda kok belum, sih. Duuuh, bener-bener deg-degan, enggak sabar. Lalu suatu hari, keluar bercak merah yang menandakan udah ada bukaan. Saat diperiksa tern yata udah bukaan dua. Waah, senang, dong.Pasti bentar lagi mules dan memlahirkan,itu pikir Bunda. Ternyataaaaa … duuuh, bukaan enggak maju-maju. Hari terus berganti, hingga hari keempat bukaan hanya maju dua. Akhirnya, ibu bidan alias ibu mertua memutuskan untuk melakukan induksi tapi enggak pakai obat. Pakai cara konvensional. Dengan dibantu dua bidan, akhirnya bukaan maju sampai bukaan Sembilan. Duuh, muleeeesss banget, sakiiit banget, jantung kayak yang ditarik-tarik. Kalau ingat itu, rasanya enggak mau mengalami lagi. Hikss… rasanya dunia udah kebalik-balik. Mules yang mahadahsyat, tapi kenapa si bayi belum juga mau keluar. Udah berbagai gaya dicoba, tapi teuteup enggak keluar. 

Wajah ibu mertua sudah pucat tanda khawatir. Sementara ketuban pecah sehingga khawatir habis dan membahayakan bayi dalam kandungan. Akhirnya, Bunda dibawa ke rumah sakit. Langsung masuk ke ruang operasi setelah sebelumnya dilakukan observasi sederhana. Yaaah, saat masuk rumah sakit, keadaan Bunda udah enggak jelas. Baju dan kain sudah basah semua karena ketuban pecah, masuk ruang operasi antara sadar dan enggak sadar. Langsung enggak sadar karena ternyata mendapat bius total. Saat tersadar, terasa nyeri di perut dan sama sekali belum bisa melihat si bayi yang susah keluar yang konon katanya terlalu besar.
Sungguh pengalaman luar biasa. Sakit dua kali, sakit karena menuju proses melahirkan normal yang tidak kesampaian, dan sakit pasca operasi Caesar. Alhamdulillah, si bayi ganteng ini memang jadi bayi paling besar di antara bayi-bayi lain dengan rambut tebal. Duuuh, kalau ingat, rasanya masih terasa dada ini begitu penuh karena rasa bahagia.

 
Sekarang bayi ini sudah menjelma menjadi bocah ceriwis yang selalu bertanya tentang apa pun. Bocah ganteng yang selalu Bunda doakan menjadi anak yang soleh dan berbakti pada orangtua.