CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Menyekolahkan Balita





Menyekolahkan Balita. Saat Bunda memutuskan Fathan masuk sekolah saat berusia tiga tahun, bukanlah keputusan ikut-ikutan tren. Pilihan memasukkan Fathan ke sekolah dengan sistem full day bukanlah tanpa alasan. Saat Fathan sudah memiliki adik di usianya yang masih balita, saat itulah Bunda merasa Fathan perlu teman dan lingkungan baru. Memiliki adik di usia yang masih sangat dini tentunya bukanlah hal mudah baginya. Di saat dia masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang dengan terpaksa kebutuhannya itu harus terbagi dengan adiknya. Sementara itu, Bunda pun tidak bisa full memberi perhatian kepada anak-anak karena Bunda juga punya kewajiban sebagai karyawan yang harus masuk kantor setiap harin kerja selama lima hari dalam sepekan.

Awalnya, Bunda  supergalau dengan keputusan memasukkan Fathan ke sekolah full day. Bukankah Fathan sudah nyaman tinggal dengan kakek neneknya? Tapi mau sampai kapan Fathan dititipkan? Walaubagaimana pun sebagai seorang ibu, Bunda ingin turut serta mendidik dan membesarkannya. Hal yang membuat Bunda saat itu masih ragu, apakah usia Fathan sudah cukup untuk sekolah? Bukankah dia belum mandiri? Segala sesuatunya masih harus dilayani.

Bahkan, Bunda pernah mengikuti seminar parenting dari seorang pakar parenting terkenal. Beliau bahkan mengecam orangtua yang memasukkan anak-anak sekolah full sejak anak balita. Hati Bunda tentunya sedih. Tapi, saat itu, alternatif itulah yang Bunda pikirkan bisa menjadi salah satu jalan keluar permasalahan yang Bunda hadapi.

Bunda pun mencari alternatif pendapat tentang pendidikananak usia dini menurut para ahli. Ah, ternyata selain ada yang kontra, ada yang pro juga. Bahkan menyarankan pendidikan anak usia dini. Karena ternyata pendidikan  anak usia dini bermanfaat untuk mengembangkan semua aspek perkembangan anak meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial dan emosional. Yah, setelah hampir 1,5 tahun sekolah, Bunda memang melihat banyak perubahan pada Fathan. Dia menjadi anak yang lebih mudah bergaul daripada sebelumnya. Fathan pun tampaknya mulai percaya diri jika bertemu dengan orang yang baru dikenalnya. Selain itu, Bunda melihat banyak perkembangan kognitif yang dimilikinya. Bunda sering terkaget-kaget saat tiba-tiba Fathan mengatakan kalimat-kalimat ajaib yang tampak dewasa.


“Bunda makan yang banyak ya, makannya sayuran biar sehat,”


Itu salah satu kalimat yang diucapkannya dan sukses membuat Bunda meleleh dan langsung memeluknya. Pastinya Fathan bisa tahu tentang makanan sehat karena diajarkan oleh gurunya di sekolah.

Ternyata pengalaman mendapatkan pendidikan usia dini membantu anak lebih siap saat akan menerima pelajaran formal di tingkat selanjutnya. Sekolah sejak dini bisa membuat anak tahu mengenai peraturan dan bisa mengikutinya, anak pun belajar beradaptasi dengan rutinitas. Yah, di usianya yang masih dini, Fathan memang termasuk anak yang bisa bangun pagi. Walaupun sering agak malas-malasan jika disuruh mandi, tapi tetap saja bagi saya ajaib seorang balita bisa disuruh mandi pukul 06.00 pagi dan langsung siap-siap sekolah. Fathan pun jadi tahu mana hari sekolah dan mana hari libur.

Sejauh ini, Bunda melihat banyak nilai-nilai positif yang ditanamkan di sekolah kepada Fathan. Sehingga setidaknya Fathan tahu mana yang benar dan mana yang salah. Oleh karena itu, Bunda merasa keputusan menyekolahkan balita saat itu merupakan keputusan yang tepat. Semoga Fathan bisa mendapat banyak manfaat lagi dari berbagai kegiatannya di sekolah.