CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

2 Gaya MPASI Berbeda untuk Dua Anak




2 Gaya MPASI Berbeda untuk Dua Anak. Sebenarnya masa MPASI sudah ewat untuk dua bocah si Bunda yang imut nanlucu. Tapi,pengen juga dong berbagi cerita MPASI mereka dengan dua gaya berbeda.
Saat memiliki Fathan, si Bunda sangat bahagia. Maklumlah, sudah nunggunya lama (7 tahun) eh yang brojol bocah imut,lucu, ndut, nanganteng. Jadi,maafkan ya,kalau si Bunda rada-rada ngotot ingin memberikan yang terbaik, halaaah bahasanya. Maksudnya sih rada-rada sokperfeksionis gitulah. Apa-apa pengen yang terbaik, cara yang menurut si Bunda terbaik. Padahal mah yah, nggak juga.

Salah satunya, si Bunda dulu ngotot banget belanja clodie-codie yang harganya ratusan ribu (satu clodie harganya 250 K). Whaaaaat….?? Hahahaha, maklumlah baru anak satu. Nah, urusan MPASI pun tentunya pengennya yang keren, hahaha… Dulu si Bunda menerapkan MPASI gaya BLW. Pertimbangannya katanya BLW bagus banget untuk perkembangan motorik anak karena membiarkan si anak makan sendiri. Si Bunda pun mulai sibuk memperkenalkan berbagai jenis sayuran dan buah-buahan untuk Fathan. Si Bunda punsengaja membeli highchair sebagai salah satu tools dalam MPASI gaya BLW. Hasilnya, not bad-lah, Fathan doyan segala jenis buah-buahan dan sayur-sayuran. Sesekali Bunda juga kasih plain yoghurt dan juice. Pengennya sih kasih cold press juice tapi harga coldpress juicer khan lumayan mehooong, jadinya si Bunda cuma kasih jus dari hasil blenderan. Sebenarnya, sampe sekarang masih mupeng sih sama cold press juicer, hahahaha …

Terus gimana dengan gaya MPASI Fakhira? Jujur, saat kehamilan kedua, si Bunda santai banget. Kalau pas hamil pertama, si Bunda pantang banget makan sajian instankayak pizza, ayam goreng krispi resto, burger, mie instan. Pokoknya selama kurleb Sembilan bulan,si Bunda sama sekali nggak makan fast food. Makannya nasi merah, sayur-sayuran, buah-buahan, ikan, dan tentunya minum susu hamil. Hahaha…sehat banget lah. Hasilnya? Berat badan naik sampai 25 kg. Wow.

Nah,hamil Fakhira santai banget. Makan mie instan hayu, ada burger langsung masuk mulut,ada pizza langsung telan. Pokoknya jadi karnivora versi makmak hamil, deh. Hasilnya? Berat badan kembali naik 25 kg.Kayaknya memang pada dasarnya kalau lagi hamil si Bunda tuh jadi rakus. Hahahaha …
Ada rasa khawatir juga sih dengan gaya makan yang segala masuk saat hamil.Tapi, sudahlah,yang penting sehat. Toh,padaakhirnya akan kembali operasi caesar saat melahirkan. 

Setelah bayi lahir,ternyata nasib Fakhira jauh lebih menyedihkan. Huhuhuhu..kalau Fathan terpaksa harus terpisah dari si Bunda karena ada flek di paru-parunya saat berumur 14 bulan. Sehingga harus stop ASI dan untuk sementara tinggal sama Mamah di Sukabumi. Sampai pengobatan fleknya selesai. Nyatanya Fathan tinggal di Sukabumi sampai usia 3 tahun. Sementara Fakhira harus terpisah dari si Bunda saat berumur 6 bulan. Saat masa-masa MPASI. Hikss…sedihnya. Tapi, si Bunda harus kuat dong ya. Biar Fakhira pun nggak jadi anak yang cengeng.

Nah,berhubung masa MPASI di Sukabumi, si Bunda nggk lagi memegang teguh prinsip MPASI sesuai keinginan si Bunda. Si Bunda manut aja sama Mamah yang punya hak prerogatif memberikan MPASI pada Fakhira.Hihihi…jadilah,Fakhira sejak kecil sudah mengenal bubur bayi instan. Hehehe …kalau Fathan pantang banget deh dikasih bubur instan. Si Bunda positive thinking aja, berdoa semoga Fakhira tetap tumbuh sehat.

Usia satu tahun, Fakhira kembali dibawa ke Bandung. Kami pun berkumpul kembali. Alhamdulillah, Fakhira tetap tumbuh jadi anak yang sehat. Sama seperti kakaknya, Fakhira penyuka segala jenis buah-buahan dan sayur-sayuran. Walaupun sering nyelip rasa bersalah karena nggak kasih MPASI Sama kayak kakaknya, si Bunda tetap bersyukur, Fakhira tumbuh sehat. Malah secara fisik , dia lebih kuat daripada kakaknya.

Fathan, 4,5 Y, porsi makan dewasa

Sekarang usia Fathan 4,5 tahun dan Fakhira 2,5 tahun. Dua-duanya makan sudah seperti makan orang dewasa. Bedanya makanan mereka tanpa pedas. Alhamdulillah sekali, sehingga Bunda tidak pernah dipusingkan dengan masalah picky eater, GTM, dan sebangsanya.Bersyukur sekali, dua kesayangan Bunda sudah tumbuh sehat. Terima kasih ya, Nak. Kalian berdua nauin banget kondisi si Bunda yang sering serbaterbatas. 

Nah itu cerita pengalaman si Bunda tentang 2 Gaya MPASI berbeda pada dua anak. Semoga bisa menjadi bahan pembelajaran.