CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Kebutuhan Kandungan Zat Besi Pada Menu Makanan si Kecil





Kebutuhan Kandungan Zat Besi Pada Menu Makanan si Kecil itu penting sekali dipenuhi. Apalagi anak-anak sekarang sedang masa balita, masa pertumbuhan otak dan fisiknya pesat banget. Awalnya si Bunda tidak terlalu ngeh dengan hal tersebut. Asalkan anak-anak kenyang dan tidak rewel sudah cukup. Namun, setelah mengikuti kegiatan Mombassador si Bunda merasa tertampar karena selama ini sudah mengabaikan kebutuhan nutrisi untuk anak-anak terutama zat besi.  Tidak ada waktu untuk menyiapkan menu makanan si kecil selalu menjadi alasan. Letih dengan semua tuntutan dan kewajiban sebagai ibu, istri, dan pegawai selalu menjadi kendala. Maklumlah si Bunda selama ini tidak memiliki ART yang membantu urusan keluarga. Semuanya ditangani sendiri sehingga banyak mengabaikan hal-hal penting, salah satunya pemenuhan kebutuhan zat besi untuk anak-anak.

Kenapa h zat besi penting untuk si kecil? Ternyata kurangnya asupan zat besi berisiko menganggu periode pertumbuhan emas anak-anak dikrenakan anemia.  Zat besi berperan dalamn produksi hemoglobin yang  berperan dalam proses pengedaran oksigen ke seluruh tubuh. Jika jumlah zat besi berkurang maka hemoglobin juga berkurang. Jika kebutuhan zat besi tidak terpenuhi bisa menghambat pembentukan sel darah merah. Sehingga bisa mengakibatkan si kecil mengalami anemia.

Nah, sebagai seorang ibu dari dua bocah balita yang sedangaktif-aktifnya, si bunda mesti ngeh nih kalau-kalau anak-anak kekurangan zat besi. Ada beberapa ciri jika anak kekurangan zat besi di antaranya anak akan cepat merasa lelah, kulitnya tampak pucat, nafsu makannya berkurang bahkan hilang, gerakannya tidak aktif dan jalannya lemas, dan detak jantungnya tidak normal. Untungnya sejauh ini, duo F tidak mengalami gejala tersebut namun tetap saja si Bunda mesti memenuhi kebutuhan zat besi untuk anak-anak.

Zat besi terkandung dalam beberapa bahan makananan, di antaranya daging sapi, daging ayam, hati ayam dan sapi, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Daging sapi sangat kaya dengan kandungan zat besi Untung anak-anak suka dengan daging sapi. Biasanya si Bunda masak sup daging sapi untuk anak-anak. Fathan suka banget makan tulang iga yang ada dagingnya. Hmmm… si Bunda juga doyan, sih hehehehe…

Selain daging sapi, zat besi juga banyak terkandung di daging ayam. Nah, kalau ini lebih gampang lagi masaknya.Bisa bikin sop, ayam kecap, dan lain-lain. Hampir semua menu masakan dengan bahan daging ayam, anak-anak suka. Selain daging, hati ayam dan hati sapi mengandung zat besi paling tinggi. Untuk pemberian hati bisa dibatasi seminggu sekali ya untuk menghindari kelebihan asupan vitamin A.
Kacang-kacangan dan sayuran hijau pun mengandung zat besi yang tinggi dan bisa disajikan dalam menu masakan sehari-hari. Untung anak-anak bukan pemilih makanan, jadi si Bunda bisa menyajikan makanan tanpa takut enggak dimakan. 

Oh iya, untuk menyajikan menu makanan sehat dan bergizi,si Bunda mesti menyiapkan bahan masakan dan tentu saja masak sendiri. Masak sih seru tapi suka malas kalau sudah harus membersihkan cucian piring setelah memasak. Memasak itu memang paket komplet,bukan hanya hanya menyalakan kompor lalu seng-seng masak. Tapi mesti menyiapkan bahan-bahan masakan, menyiapkan alat-alat masak dan membersihkan peralatan masak dan peralatan makan. Namun, demi bisa memenuhi kebutuhan Kandungan Zat Besi Pada Menu Makanan si Kecil, dijabanin lah sama si Bunda. Sing penting anak-anak sehat dan pertumbuhannya pun maksimal.