CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Tips Memilih Bakso Sehat Bebas Boraks dan Formalin





Bakso menjadi salah satu makanan favorit Bunda sekeluarga. Kalau ada waktu biasanya, si Bunda sekeluarga suka cari warung bakso yang enak dan tentu saja sehat. Walaubagaimana pun pemberitaan mengenai bakso berformalin dan mengandung boraks membuat si Bunda harus pilih-pilih jika mau jajan bakso. Salah satu bakso terkenal dan lagi ngehits yaitu bakso astagfirullah yang ukurannya sangat besar yaitu sebesar bola sepak. Duuh, sungguh si Bunda rasanya tidak akan tega menghabiskan bakso sebesar itu. Konon katanya sampai sekarang masih belum ada yang sanggup menghabiskan bakso seberat 2 kg itu. Kalau bakso yang ukurannya sekepalan tangan sih Bunda sudah mencobanya dan rasanya enak.

Oh iya, memilih bakso yang sehat dan bebas formalin tentunya sangat penting bagi kesehatan kita. Bahan kimia yang sering digunakan sebagai bahan campuran pembuatan deterjen, salep kulit, dan pengawet kayu ini tidak aman jika dicampurkan ke dalam bahan makanan. Jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung boraks maka akan menumpuk di hati, otak, usus, atau testis dan menyebabkan kanker. Bahan kimia ini mengandung racun yang merugikan kesehatan tubuh. Bahkan, boraks menganggu sistem metabolisme dalam tubuh.
Jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung boraks biasanya akan mengakibatkan beberapa gangguan pada tubuh di antaranya:

1.      Nafsu makan menurun.
2.      Sistem pencernaan terganggu sehingga terasa mual dan ingin muntah.
3.      Pernafasan terganggu.
4.      Sistem saraf pusat terganggu yang menyebabkan kerontokkan pada rambut, tekanan darah rendah, dan mudah bingung.
Boraks sangat berbahaya sehingga penggunaannya dilarang. Namun, tetap saja ada penjual makanan yang menggunakannya karena harganya yang murah,praktisdalam penggunaannya, dan tentu saja membuat makanan lebih kenyal dan awet. Oleh karenanya si Bunda harus selalu waspada nih sama makanan yang mengandung boraks, seperti mie, ketupat, dan bakso.

Sementara formalin merupakan bahan pengawet yang sering digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis dan disinfektan peralatan rumah sakit serta pengawetan mayat. Namun, formalin banyak disalahgunakan untuk mengawetkan makanan sehari-hari. Banyk penjual yang menambahkan formalin ke dalam bahan makanannya dengan alasan jika makanannya tidak habis terjual masih awt dan bisa dijual lagi. Padahal tindakan tersebut sangat membahayakan tubuh konsumennya. Formalin dapat merusak sel tubuh sehingga menghambat metabolisme bahkan mengakibatkan pertumbuhan sel yang tidak normal yaitu sel kanker.


Berhubung si Bunda suka banget bakso, makanya mesti lebih waspada nih sama bakso mengandung boraks. Sehingga harus tahu ciri-cirinya. Pada dasarnya bakso yang dibuat tanpa boraks dan formalin hanya tahan 4 hari. Jika dimasukkan ke dalam pendingin tahan satu minggu dan jika dimasukkan ke dalam freezer tahan selama 6 bulan. Bakso yang bebas boraks biasanya berwarna kecoklatan dan menandakan bahwa bahan yang dipakai adalah daging yang banyak. Sementara bakso mengandung boraks dan formalin biasanya berwarna lebih putih pucat. Ada beberapa tanda bakso memgandung boraks yaitu warnanya lebih terang, aromanya berbau obat namun jika dimasak baunya hilang, bakso lebih kenyal, dan rasanya agak pahit.