CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Aturan-Aturan Tidak Tertulis Tergabung dalam WAG




Berapa jumlah WAG di hape? Jumlah WAG (Whatsapp Group) ternyata disinyalir mempengaruhi kecepatan ponsel bekerja. Walaupun kenyataannya begitu, WAG masih diandalkan sebagai obrolan grup yang eru. Si Bunda sendiri di hapenya ada beberapa WAG. Ada grup alumni SMP, alumni kuliah, gup obrolan kantor, grup pekerjaan kantor, grup blogger kantor, beberapa grup blogger, grup pengajian ibu-ibu, dan beberapa grup keluarga. Selama ini masih oke-oke aja sih belum memengaruhi kecepatan kerja ponsel.

Si Bunda sendiri bukan termasuk anggota yang aktif di sebuah grup. Si Bunda akan nimbrung dalam percakapan grup jika merasa udah nyaman berada di grup tersebut, jika merasa diterima di grup tersebut, dan jika sudah oke sharing apa pun di grup. Kalau sekiranya masih kurang nyaman, si bunda biasanya menjadi silent reader (SR). Namun, ternyata menjadi SR itu kurang bisa diterima dalam sebuah grup. Memang sih layaknya kita menjadi anggota grup itu sebaiknya aktif berpartisipasi. Namun, menurut si Bunda sih kembali lagi ke orangnya dan tujuan bergabung dengan grup tersebut. Ada juga khan orang yang gabung dengan sebuah grup hanya untuk mendapatkan info penting.

Setelah menjadi anggota beberapa WAG, si Bunda lihat memang ada peraturan tidak tertulis yang sebaiknya dilakukan agar tidak mengganggu ketertiban grup tersebut.

1.      .Aktif berpartisipasi dalam grup. Ini sih peraturan tidak tertulis tapi bisa jadi tertulis. Jadi, yah, si Bunda ingin bergabung dalam sebuah WAG komunitas, sebelum bergabung dengan grup asli, si Bunda dimasukkan dulu ke grup perkenalan, semacam ospeklah untuk anggota baru. Selama dalam grup ospek tersebut, disebutkan peraturan bergabung dalam grup sungguhan, di antaranya harus aktif ngobrol di grup, jangan jadi SR.Wah, syarat ini cukup berat buat si Bunda yang sering SR atau telat buka WAG. Karena telat buka WAG, seringnya tertinggal obrolan dan pas mau nimbrung obrolan pun sudah bingung. Sementara untuk sering-sering buka WAG pun kadang malam hari setelah anak-anak tidur. Bahkan, di sebuah WAG (padahal sebelum masuk grup tidak tertulis peraturannya), admin grup memarahi/menyindir anggota yang hanya SR. 
J     Jika terjadi obrolan dan ada anggota grup yang SR, admin grupnya tidak segan menyindir.

2.      Menahan diri mengirim berita yang tidak sesuai dengan tema grup. Sekarang tuh zamannya hoax. Orang dengan mudah mengirim berita yang belum terbukti kebenarannya pada sebuah WAG. Terkadang, berita yang dikirim tidak sesuai temanya dengan grup. Oleh karenanya saat si Bunda mengirim informasi tentang Eatlah, mengirimnya ke WAG kuliner. Si bunda yakin, banyak pecinta kuliner di Jakarta yang mungkin pernah mampir ke Eatlah di Blok M atau bahkan pernah mencicipi masakannya. Di grup tersebut, si Bunda pun mendapat info masakan apa yang menjadi menu utama di Eatlah.

3.      Jangan menunjukkan perilaku tidak sopan.Perilaku tidak sopan tuh beragam,bisa dengan mengobrol menggunakan bahasa yang kasar, mengobrol hanya dengan satu orang di grup, atau bisa juga dengan nyinyir kepada selebritis.  Jika ingin nyaman berada dalam grup WAG sebaiknya tidak melakukan hal-hal tersebut.

Si Bunda yakin masih banyak peraturan tidak tertulis menjadi anggota WAG.Tapi berdasarkan pengalaman si Bunda, tiga hal tersebut menjadi sangat penting ditaati agar kita tetap nyaman menjadi anggota WAG.