CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Belajar dari Migrasi Hewan




Suatu hari si Bunda menemani si sulung menonton Youtube, kebetulan video yang diputar adalah tentang migrasi hewan. Si Bunda dan si sulung takjub dengan video tersebut yang menggambarkan beberapa hewan melakukan migrasi besar-besaran. Salah satu migrasi hewan yang membuat kami takjub adalah ikan salmon. Ikan yang bisa diolah menjadi makanan paling enak di dunia ini ternyata memiliki cerita luar biasa mengenai perjalanannya. Eh,jadi makanan paling enak di dunia ini menurut versi si Bunda yah, selera setiap orang khan berbeda,ya.
Salmon kecil dilahirkan di sungai lalu kemudian melakukan perjalanan jauh ke laut.Ikan-ikan salmon tersebut tinggal di laut hingga dewasa. Saat sudah dewasa dan siap bertelu, ikan-ikan salmon tersebut akan kembali ke tempat kelahirannya untuk bertelur. 

Mungkin terlihat sederhana prosesnya,namun tahukah ternyata rombongan ikan salmon tersebut melakukan perjalanan yang sangat panjang, melelahkan, dan penuh bahaya. Selama perjalanan, banyak predator (hewan pemakan ikan) yang siap memangsa mereka. Perjalanan jauh pun sangat melelahkan sehingga banyak ikan salmon yang mati karena kelelahan. Namun, apakahmereka menyerah?Tidak sama sekali,ikan-ikan salmon tersebut terus melakukan perjalanan panjang yang melelahkan hingga sampai ke tujuan. Para ikan salmon tersebut begitu fokus pada tujuan mereka. Para ikan salmon terus berjuang walaupun bahaya mengancam keselamatan mereka selama perjalanan.

Jika melihat perjalanan migrasi ikan salmon tersebut, rasanya sebagai manusia, si Bunda sering menyerah saat melakukan sebuah perjalanan. Padahal tidak ada ancaman bahaya, namun hati yang lemah sering mengeluhkan kesulitan yang dihadapi.Coba lihat apa yang dilakukan Salmon, mereka melakukan perjalanan panjang penuh bahaya hanya untuk bertelur.Mereka ingin anak-anak salmon di sungai, dan lihat apa yang dilakukan ikan-ikan salmon tersebut? Mereka tidak berada di zona nyaman mereka di sungai,namun mereka kembali melakukan perjalanan panjang berbahaya menuju laut. Di sanalah mereka hidup. Padahal laut merupakan dunia yang jauh lebih luas dibandingkan dengan sungai.Di laut terdapat beragam makhluk bawah laut, tentunya dengan karakter yang bermacam-acam, ada yang kecil berbahaya,ada besar namun jinak. Namun,tentu saja lebih banyak ikan-ikan besar yang siap menyantap mereka. Apakah para salmon tersebut takut? Entahlah,yang jelas mereka tetap melakukan perjalanan panjang nanberat untuk melalui proses hidup mereka.

Sebenarnya, banyak migrasi hewan yang sangat menakjubkan seperti migrasi kepiting merah di Christmas Island, migrasi kalong, migrasi zebra, banteng, wildebeest, dan lain-lain. Namun ada satu jenis migrasi hewan yang membekas di hati si Bunda yaitu migrasi pada hewan lemming. Kenapa membekas? Karena hewan pengerat bertubuh kecil ini melakukan migrasi untuk bunuh diri massal. Entah bagaimana sistem yang tercetak dalam hewan ini yang jelas hewan ini pada masa tertentu mengalami ledakan populasi. Tentu saja jumlah yang luar biasa banyak membuat mereka harus berebut makanan karena ketersediaan makanan yang tidak memenuhi kebutuhan. Para lemming pun melakukan migrasi besar-besaran.

Mereka melakukan perjalanan penuh bahaya di mana banyak hewan pemangsa yang mengincar mereka selama perjalanan tersebut. Tentu saja dalam perjalanan tersebut banyak lemming yang mati karena kelelahan, kelaparan, dan jadi mangsa hewan lain. Mereka pun akan melintasi sungai untuk menyebrang.Tentu saja sebuah perjuangan keras karena hewan-hewan kecil tersebut harus berenang melawan arus sungai yang deras. 

Barisan terdepan rombongan lemming akan lompat begitu saja saat bertemu dengan arus sungai dan diikuti oleh rombongan di belakangnya. Fenomena lemming tersebut ternyata populer dan disebut efek lemming. Ini merupakan fenomena bagaimana orang-orang ikut begitu saja tanpa mempertanyakan suatu pendapat yang beredar di masyarakat padahal mungkin saja pendapat tersebut bisa menjerumuskan pada kebinasaan.

Ah, benar juga, sih, seringkali saat kita menerima broadcast berita hoax namun tidak mempertanyakan kebenaran dan malah membenarkan begitu saja. Nah, fenomena tersebut disebut efek lemming. Ternyata efek lemming memang sudah dimainkan oleh beragam industri dalam bentuk iklan, dan aspek kehidupan lainnya.

Ternyata banyak hal menarik yah di balik peristiwa migrasi hewan. Si Bunda pun cukup menikmati petualangan kali ini bersama si sulung yang tidak berhenti bertanya. Banyak hal yang harus dijawab dan banyak hal juga yang bisa jadi bahan renungan.