CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Bunda Kembali ke Rumah



Bunda Kembali ke Rumah. Itu permintaan si sulung setahun yang lalu. Saat itu, si Bunda masih bimbang dan galau tentang pilihan akankah terus bekerja di kantor? Entah kenapa, saat itu, hampir setiap hari si sulung mengutarakan keinginannya agar si Bunda ada di rumah dan menemaninya. Bahkan, si sulung pernah mengungkapkan keinginannya agar si Bunda jadi gurunya saja di sekolah

“Bunda, kenapa nggak jadi guru di sekolah Aa, sih?” tanyanya setengah meminta.
“Kalau Bunda jadi guru di sekolah, nanti Aa dimarahinnya sering,di rumah di marahi, di sekolah dimarahi juga sama Bunda,” jawab si Bunda setengah becanda.
“Nggak apa-apa dimarahi juga,” jawabnya polos.

Untuk sesaat si Bunda tidak bisa berkata-kata. Sebenarnya impian untuk kembali ke rumah sudah ada sejak lama. Namun, dengan beragam pertimbangan selalu tidak jadi.Bahkan, dengan alasan menjaga kewarasan, si Bunda masih bertahan menjadi ibu bekerja. Namun, setelah setahun berlalu, dan kondisi emosi sudah semakin stabil, si Bunda berpikir lagi untuk kembali ke rumah.
Keputusan kembali ke rumah bukanlah keputusan yang mudah. Sudah lebih satu dekade si Bunda mengabdikan diri menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Si Bunda sudah begitu terbiasa bangun pagi,berangkat pagi, dan menghabiskan waktu seharian di kantor. Ada kekhawatiran, jika si Bunda jadi Full Time Mother nanti apa yang akan dilakukan? Apa tidak akan bosan? Namun, sekarang si Bunda malah sadar bahwa banyak hal yang ingin dilakukan si Bunda namun waktu sangat terbatas. Selama lihma hari kerja, wakt si Bunda dihabiskan di kantor, sisanya dihabiskan bersama anak-anak. Anak-anak hanya mendapatkan waktu sisa dengan tenaga sisa sehingga sering kurang maksimal. Si Bunda juga ingin belajar ilmu baru seperti fotografi, desain, dan menggambar. Namun, sering kehabisan waktu untuk belajar. Bukannya belajar yang ada si Bunda malah ketiduran karena kecapean.

Tentu saja si Bunda tidak bisa begitu saja mengajukan surat pengunduran diri. Si Bunda harus mempersiapkan dengan matang, baik itu dari segi mental maupun dari segi lainnya. Sebenarnya mental sih yang mesti dipersiapkan sehingga saat sudah kembali ke rumah, si bunda menikmati keberadaannya di rumah setiap waktunya.

Oh iya, si Bunda punya cita-cita belajar fotografi. Untuk sementara belajar dulu melalui Youtube, deh. Kalau ada orang yang mau mengajari tentunya si Bunda sangat senang. Sebagai ibu rumah tangga dengan dua balita yang setia membuntuti tentunya tidak punya keluangan waktu untuk belajar fotografi dan hunting foto. Karenanya, si Bunda berencana mengeksplorasi suasana rumah. Salah satu cara yang dilihat si bunda adalah menyulap dinding rumah dengan menjadi lebih keren dengan stiker dinding murah. Tidak perlu mengeluarkan budget besar untuk bisa menyulap dinding rumah dengan ornamen cantik. Si Bunda juga tidak harus mengecat ulang dinding. Cukup memasang stiker dinding murah di beberapa dinding rumah tentunya sudah menyulap tampilan dinding rumah bagaikan studio foto. Selain bisa jadi spot foto yang kece, stiker dinding murah juga membuat tampilan dinding menarik saat kedatangan tamu.
sumber foto: mataharimalldotcom

Berhubung si Bunda tidak sempat jalan-jalan untuk cari stiker dinding murah, si Bunda pun meluncur ke mataharimall.com. Di sana banyak sekali pilihan stiker dinding yang cantik-cantik. Duh pengen borong semua, deh. Ada stiker dinding yang cocok untuk kamar anak-anak juga, lho.
sumber foto: mataharmalldotcom



Si Bunda exciting banget nih lihat beragam stiker dinding yang lucu-lucu. Duh,jadi bingung milihnya,deh. Apalagi harganya tentu saja ramah di dompet si Bunda. Si Bunda pilih deh beberapa gambar stiker yang sesuai dengan selera si Bunda. Malah ada stiker 3D-nya, juga, lho. Duuuh, keren banget, sih. Anak-anak juga pasti suka, nih.
sumber foto: mataharimalldotcom



Kalau begini sih kayaknya si Bunda bakalan betah kembali ke rumah. Di rumah bisa melakukan banyak eksplorasi dinding dan eksplorasi hobi bersama anak-anak.