CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Hidup Terencana VS Hidup Mengalir




Akhir tahun merupakan momen bagi beberapa orang untuk melakukan evaluasi perjalanan hidupnya atau juga perjalanan kariernya selama setahun ke belakang. Lalu, kemudian melakukan perencanaan untuk tahun depan. Ada yang menyebutnya sebagai resolusi tahunan. Bagaimana dengan si Bunda?

Dulu si Bunda pun begitu, sering rajin membuat resolusi tahunan. Namun, kenyataannya sering tidak pernah dilaksanakan. Entah karena kurang serius dalam menjalankan rencana atau resolusinya ketinggian, yang jelas seringnya tidak terlaksana.

Sebenarnya bagaimana sih baiknya? Hidup terencana atau mengalir? Sebenarnya, setiap hari kita melakukan rencana. Mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi.Saat membuka mata, otak kita langsung berputar merencanakan banyak hal, misalnya kalau si Bunda, saat membuka mata otak langsung membuat rencana pergi ke kamar mandi, wudhu, shalat, masak nasi, cuci piring, masak air buat mandi anak-anak, siapin baju anak-anak untuk sekolah, siapin bekal, dan lain-lain.  Otak sudah otomatis membuat rencana harian. Jadi pada dasarnya, kita memang manusia suka membuat rencana. Jadi sebenarnya kurang tepat jika hidupterencana dibentrokkan dengan hidup mengalir, karena hidup itu bia terencana sekaligus mengalir, dan sebaliknyamengalir sekaligus terencana.

Seorang wiraniaga sebuah produk membuat resolusi akhir tahun akan mendapatkan penghasilan 20 juta/bulan pada tahun depan. Dia membuat rencana untuk mencapai goal tersebut. Lalu, ternyata hasil yang dicapai pada tahun tersebut ternyata tidak sesuai rencana. Penghailannya malah 35 juta/bulan. Apakah si wiraniaga tersebut tidak akan menerima penghasilan tersebut karena tidak sesuai dengan rencananya? Atau sebaliknya, dia hanya mendapatkan penghasilan 10 juta/bulan. Jika si wiraniaga bisa menerima penghasilan 35 juta/bulan (tanpa rencana) sebaiknya dia juga bisa menerima penghasilan 10 juta/bulan (tidak terencana) sekaligus mencari cara agar bisa mencapai target yang sudah dia rencanakan.
Begitu pun dengan si Bunda yang pernah punya rencana ingin ke Mega Kuningan dan makan di Basque Jakarta tapi ternyata belum kesampaian. Padahal si Ayah pernah mengajak Bunda ke Jakarta dan hampir mau ke Basque Jakarta tapi nggak jadi karena terjebak macet. Pengen banget cobain menikmati suasana di sana karena lihat foto-fotonya di instagram. Jika si Bunda keukeuh harus melaksanakan rencana, pasti maksa nih bulan-bulan ini mesti ke Basque Jakarta. Berhubung hidup itu bisa terencana sekaligus mengalir tidak harus memaksakan. Jika berjodoh, mungkin si Bunda akan berkesempatan ke sana.

Oke, jadi sebenarnya si Bunda cuma mau bilang kalau pilihan hidup terencana atau pun mengalir sebaiknya tidak dibentrokkan danjadi perdebatan karena keduanya bisa jadi sekaligus sejalan. Membuat rencana secara detailn tidak salah jika rencana belum terlaksana tidaklah harus frustasi dan stres, cukup menerimanya dengan ikhlas.