CeritaAnakBunda.com - Cerita Parenting Bunda

Tentang Reuni




Tahun 2017 memang merupakan tahun luar biasa untuk si Bunda. Banyak hal yang terjadi. Ada kegembiraan dan kesedihan juga. Tapi yah, hidup terus berjalan karena sebentar lagi tahun 2017 pun akan berakhir. Di penghujung tahun ini, ternyata teman-teman di masa lalu (baca: SMP dan Kuliah) berencana mengadakan reuni di bulan Desember. Sebenarnya tahun ini teman semasa SMU sudah mengadakan reuni akbar tapi si Bunda nggak hadir. Lalu teman kuliah pun pernah mengadakan reuni di pertengahan tahun dan berencana akhir tahun ini akan mengadakan reuni lagi. Nah,kalau teman SMP memang belum pernah mengadakan reuni akbar.

Si Bunda tahu, reuni tidak selalu menyenangkan, apalagi bagi si Bunda yang sudah lama hilang dari peredaran (baca: kudet dan kurang gaul dengan teman masa SMP). Pastinya akan banyak yang berubah, baik pada diri sendiri maupun teman-teman di masa puber tersebut. Dulu kita berteman saat masih kinyis-kinyis dan sekarang bertemu lagi telah berubah menjadi buibuk dan pabapak. Ada rentang puluhan tahun yang membentang, di sanalah terjadi beragam pengalaman terhadap setiap individu, ada pengalaman mengayakan dan juga memiskinkan (baca: minder). 

Oleh karenanya, si Bunda tidak terlalu exciting dengan rencana reuni ini. Lagipula tidak yakin, teman-teman semasa SMP ini masih ingat si Bunda di masa lalu. Maklumlah, si Bunda bukan siswi populer, bukan terbaik bukan juga terjelek, bukan terpintar bukan juga terbodoh, tengah-tengahlah.

Namun, di antara rencana reuni ini ada yang si Bunda kenang, yaitu pengalaman bersama mereka saat masih kinyis-kinyis. Inget banget, dulu sewaktu kelas tiga SMP si Bunda bersama temen se-gang  geng pergi ke Bogor naik kereta api. Ceritanya pengen merasakan pengalaman naik kereta api Sukabumi-Bogor. Sampai di sana kami kebingungan dan tidak tahu arah. Untungnya, salah seorang teman kami pemberani dan menanyakan berbagai arah. Akhirnya, kami berlima, remaja yang sedang melalui masa puber ini bertualang di Kota Hujan Bogor. Kami pun sempat melahap semangkuk soto mie bogor. Itulah makanan pertama yang kami santap dan rasanya sangat lezat. Rasanya ingin kembali mencicipi soto mie bogor. Walaupun, saya beberapa kali ke Bogor tapi si Bunda belum mencicipi lagi soto mie bogor yang pernah kami santap tersebut. Untungnya, di Sukabumi juga ada soto mie mang ece yang legendaris dan rasa-rasanya mirip.

Jika mengingat pengalaman tersebut, si Bunda sering tersenyum sendiri. Akankah saat reuni nanti, si Bunda kembali berkumpul dengan teman-teman se-genk yang sekarang sudah berpencar entah di mana saja. Apakah kami berlima akan tetap klop seperti zaman kinyis-kinyis dulu? Seperti apakah penampakkan kami berlima sekarang?

Ada rasa tidak sabar ingin segera bertemu mereka dan melepaskan banyak cerita yang tertunda. Namun, ada ragu juga yang membuncah, apakah kami semua akan mudah bersapa dan bercanda setelah ada rentang puluhan tahun berpisah. 

Kitalihat saja nanti, si Bunda sudah daftar dan berencana akan membawa duo krucil yang memang tidak pernah mau lepas. Seperti apakah kami nanti masih berupa pertanyaan. Namun yang pasti, saya merasakan aura rasa penasaran, exciting, dan keinginan untuk bertemu dari beberapa teman yang say abaca chatingannya di WAG. Tentang reuni memang selalu memberikan tanya saat direncanakan dan menyisakan kenangan saat ditinggalkan.